SAMPANG, Petajatim.id. Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Untuk itu, pemahaman terhadap sejarah perjalanan bangsa ini sangat diperlukan, untuk memupuk semangat patriotik, cinta tanah air, dan memiliki komitmen untuk membangun bangsa ini.

Generasi muda, wajib mengetahui sejarah bangsanya, karena di tangan merekalah kelak ikut mewarnai bangsa ini ke depan. Dengan mengetahui dan menghayati sejarah, mereka akan tahu, betapa bangsa ini didirikan, dimerdekakan melalui perjuangan, berkorban jiwa dan raga.

Harapan tersebut, disampaikan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang, H. Abdullah Hidayat, Minggu 01/10/2017.

Menurut Haji Ab, melalui momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, setiap tanggal 1 Oktober, kita diajak untuk merenungi kembali sejarah kelam bangsa ini, dimana Pancasila dirongrong oleh pengkhianatan G30S/PKI. Namun, dengan semangat juang, dengan pengorbanan nyawa para pahlawan, Pancasila tetap kokoh, tak tergoyahkan, sebagai idiologi bangsa Indonesia.

“ Mari kita bersama-sama bisa belajar dari sejarah bangsa ini. Pancasila tidak sekedar hanya diperingati, namun harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai idiologi bangsa, menjadi kekuatan kita, untuk membangun kehidupan berbangsa, bernegara. Memperkokoh persatuan serta komitmen kebangsaan,” terang Haji Ab.

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia akan tetap kuat, maju, bermartabat, dan merah putih akan berkibar selamanya. Salah satu modalnya adalah memupuk semangat cinta tanah air, dengan cara mempelajari sejarah secara utuh.

( Joko )