Sampang, Petajatim.id, Kemampuan masyarakat untuk berdaya saing tinggi adalah kunci bagi tercapainya kemajuan dan kemakmuran suatu daerah. Daya saing yang tinggi, akan menjadikan Kabupaten Sampang siap menghadapi tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Untuk memperkuat daya saing, perlu dibarengi dengan berbagai kebijakan strategis pembangunan jangka panjang yang lebih menitik beratkan pada pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan H. Abdullah Hidayat, yang akrab disapa Jih Ab, dalam kesempatan perbincangan dengan Petajatim.id, Senin, 25/09/2017.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Sampang yang maju dan mandiri, sehingga mampu berdaya saing dalam era globalisasi.

“ Pembangunan sumber daya manusia harus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen serta memperkokoh iman dan taqwa, sesuai kultur masyarakat Sampang yang agamis dan religius,” kata Jih Ab.

Selain pembangunan yang berfokus pada sumber daya manusia, lanjut Jih Ab, pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan juga merupakan prioritas yang tak kalah penting, karena merupakan investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga penting perannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Sampang.

“ Pembangunan bidang pendidikan lebih diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendukung terwujudnya masyarakat yang berharkat, bermartabat, berakhlak mulia, dan menghargai keberagaman sehingga mampu bersaing dalam era global, dengan tetap berlandaskan pada norma kehidupan masyarakat Indonesia dan tanpa diskriminasi,” tambah Jih Ab.

Sebagai Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) dirinya meyakini, bahwa pembangunan bidang pendidikan nantinya akan terwujud, seperti yang dicita citakan bersama. Pembangunan bidang pendidikan, harus tercermin pada kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta politik anggaran dan terintegrasinya seluruh pendidikan kedinasan ke dalam perguruan tinggi.

“ Semua harus terintegrasi, jika Sampang ingin lebih maju dan mengejar ketertinggalan. Di Kabupaten Sampang ini, semua tingkat pendidikan ada, baik dari tingkat yang paling dasar, hingga perguruan tinggi. Ini menjadi modal, untuk mendidik anak-anak kita, dan diharapkan nantinya mereka bisa terjun langsung untuk membangun Sampang,” ujarnya.

Ia menekankan, bahwa pembangunan di bidang pendidikan harus mencakup semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan. Oleh karena itu, ia berharap nantinya pemerintah Kabupaten Sampang dapat  mempersiapkan pendidikan dasar yang bermutu, dan terjangkau disertai dengan pembebasan biaya pendidikan.

( Joko )