Pamekasan, Petajatim.id. Di setiap daerah di Indonesia, kita akan mudah jumpai berbagai produk makanan yang menjadi ciri khas. Seperti di Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini misalnya. Di kota ‘Gerbang Salam’ ini, terdapat sentra industri makanan ringan ‘keripik tette’.

Keripik tette merupakan keripik yang berbahan baku singkong dimana  pembuatannya dengan cara ditumbuk hingga menjadi pipih. Keripik tette ini sudah menjadi ciri khas kota Pamekasan, dan mulai dikenal sejak berpuluh tahun silam.

“ Keripik tette ini menjadi ciri khas Pamekasan karena selain rasanya unik, pembuatannya pun berbeda dengan keripik singkong yang ada di pasaran. Ada dua varian rasa yaitu varian rasa berbumbu dan asin,” kata Imam, salah satu warga yang membuka usaha rumahan keripik tette di desa Plakpak, Pamekasan.

Menurut Imam, pembuatan keripik tette ini tergantung pada cuaca dan ketersediaan bahan baku. Apabila ada pesanan dalam partai besar, sering kewalahan memenuhinya.

“ Jika pada musim hujan atau mendung seperti sekarang ini, kami sulit untuk bisa memenuhi pesanan. Inilah kendala yang kami alami,” jelasnya.

Jika cuaca sedang bagus, lanjut Imam, pihaknya mampu memenuhi permintaan dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Bali, Jakarta maupun Kalimantan. Bila pasokan dirasa tidak mencukupi untuk memenuhi pesanan, Imam mengambil dari beberapa tetangganya yang memiliki usaha yang sama.

Di Pamekasan, ada dua desa yang fokus memproduksi keripik tette, yaitu di desa Plakpak dan Blumbungan.  Untuk pemasaran, para pengrajin keripik tette tidak kesulitan, selain sudah ada pengepul yang datang rutin setiap tiga hari sekali, mereka sudah memiliki pelanggan tetap di sejumlah daerah.

Masyarakat di kedua desa tersebut memproduksi keripik tette secara turun temurun. Hampir setiap rumah, memproduksi makanan ringan khas rakyat ini. Namun, ada satu kendala yang mereka hadapi, yaitu kurangnya modal, sehingga produksi sering terhenti. Bila sudah ada modal baru berproduksi lagi.

Dalam satu kali proses produksi, dengan 3 kg singkong kuning, bisa menghasilkan 500 biji keripik tette. Mereka hanya mampu berproduksi tiga kali dalam seminggu, dalam sebulan hanya berproduksi 10 kali.

Cara pembuatan keripik tette terbilang sederhana. Setelah singkong dikupas dan dicuci bersih, kemudian direbus dan diberi garam. Setelah matang, kemudian diiris sesuai selera lalu dipipihkan  seperti membuat emping mlinjo. Proses berikutnya adalah dijemur, dan setelahnya siap untuk digoreng.

Setiap 100 biji atau lembat tette, dijual seharga Rp 8000,-

( Rin/Jok )