Sampang, petajatim.id Merasa  tidak puas dengan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Sampang yang memenangkan penggugat atas sengketa tanah yang berlokasi di desa Jelgung, Kecamatan Robatal, Sampang, warga akan melaporkan keputusan tersebut ke Komisi Yudicial (KY), karena dinilai mengesampingkan prinsip keadilan.

Diketahui, pada Rabu, 1 November 2017, Pengadilan Negeri Sampang, melaksanakan eksekusi atas sengketa lahan milik Hj. Hotiyah. Pada saat eksekusi tersebut berlangsung, petugas dari PN. Sampang, dihadang oleh ratusan warga dusun Jelgung, yang menolak eksekusi.

Selain melakukan perlawanan Ahli waris atas nama Hj Hotiyah bin H Moh Saleh melaporkan keputusan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang  tersebut kepada Komisi Yudisial.

Menurut Puji Raharjo Kuasa Hukum dari Hj Hotiyah, pihaknya pada 2 November 2017  telah memasukkan berkas atas nama Hj Hotiyah bin H Moh Saleh selaku ahli waris, terkait Keputusan PN Sampang, yang dinilai janggal ke Komisi Yudisial.

Bentuk kejanggalannya bisa di lihat dari latter C yang sudah tercoret sehingga tidak akan terbit pepel atau pettok D

” Kok bisa Hakim menenangkan penggugat,” ujar Puji Raharjo, Kamis 2/11/2017.

(Aji)