Sampang, petajatim.id. Sangat biadab perilaku oknum Guru ASN ini. Sebagai pendidik yang seharusnya bisa mengayomi, namum justru sebaliknya, tega melakukan tindakan pencabulan kepada anak didiknya sendiri.

Tersangka HS merupakan warga Dusun Berek Leke, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan Usia (50).

Karena kelakuannya yang tidak pantas dibanggakan sebagai layaknya seorang guru, akhirnya tersangka harus mempertanggungjawabkan tindakannya dan menikmati hidup di jeruji beri (bui).

Bertepatan dengan saat dilakukannya press release, Selasa 07/11/2017,  ada tiga orang yang melaporkan  tindakan asusila yang dilakukan tersangka.

Kapolres Sampang, AKBP. Tofik Sukendar, SIK didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto S.H dan Kassubag Humas Polres IPDA. E. Puji mengatakan, tersangka sudah diamankan di Polres Sampang, dan dilakukan penyidikan lebih lanjut, dihari bersamaan juga ada yang melaporkan tindakan si oknum tersebut sebanyak tiga orang.

” Setelah ada pelapor maka kami melakukan tindakan dan mengamankan tersangka, setelah melakukan penyidikan pas di hari ini sudah ada pelapor tiga lagi, dengan perbuatan yang sama ,”Jelas Tofik.

Tofik menceritakan, semua kelakuan kejahatannya, dilakukan di rumah tersangka sendiri, modusnya tersangka melakukan imbalan berupa uang dan HP Android, korban sendiri tidak mau. Namun korban tidak sadar sampai tersangka melakukan tindakan senonoh terhadap korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya maka HS, dikenakan Pasal 81 Subsider Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Junto Pasal 64 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun dan minimal 5 tahun di Bui.

(pur)