SAMPANG, PETAJATIM.ID, Angka penderita penyakit mata katarak di Kabupaten Sampang, masih tergolong tinggi. Menurut catatan, penderita katarak dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, dan didominasi oleh warga berusia lanjut.

Menurut data dari Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Kabupaten Sampang, dalam tiga tahun terakhir, penderita penyakit mata katarak mencapai 3.037 orang, dengan rincian untuk tahun 2015 terdapat 876 orang, kemudian tahun 2016, terdapat 996 orang, dan tahun 2017, mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu 1.165 orang.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Amin Arif Tirtana menuding Dinas terkait kurang maksimal dalam melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, terkait upaya-upaya pencegahan dan pengobatan dini penyakit katarak.

“ Kami menilai sosialisasi kepada masyarakat terkait katarak minim. Akibatnya, warga tidak tahu dan tidak paham bagaimana cara untuk mencegah penyakit mata itu,” ungkap Amin, seperti dikutip dari harian kabarmadura, Kamis 8 Februari 2018.

Dikatakan Amin, pernyakit katarak di Sampang, masuk rangking tertinggi dari sepuluh jenis penyakit lain yang diderita masyarakat.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Amin berharap dinas terkait bekerja maksimal dalam melakukan pengobatan dan pencegahan terhadap penyakit tersebut, sehingga jumlah penderita bisa ditekan.

Salah satu cara yang bisa ditempuh, kata Amin, Dinkes bisa mengadakan program pengobatan katarak secara gratis, agar masyarakat yang kurang mampu mendapatkan pengobatan tanpa harus memikirkan biaya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sampang, dr. Firman Pria Abadi mengatakan, bahwa penyakit katarak umum terjadi pada warga yang sudah menginjak lansia. Satu satunya solusi yang bisa dilakukan, kata dia, dengan melakukan operasi.

Menurut Firman, Dinas Kesehatan Sampang, saat ini sudah tidak mengadakan program operasi katarak, namun lebih kepada penyuluhan dan sosialisasi pencegahan.

“ Pengobatan penyakit katarak, sudah difokuskan di RSUD. Dan selama ini, sudah banyak warga yang menjalani operasi katarak di rumah sakit,” ungkapnya.

( Joko )