Surabaya, petajatim.id. Bank Indonesia (BI) dan Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), sepakat jalin kerjasama untuk membentuk desa berbasis ekonomi syariah.

Sebagai pilot project terkait program tersebut, dipilih empat desa yang ada di Jawa Timur.

Empat desa tersebut adalah Desa Karanganyar, Kabupaten Bondowoso, Desa Cukir, Kabupaten Jombang, Desa Bendosari, Kabupaten Malang, dan Desa Panjerejo, Kabupaten Tulungagung.

Ide program desa berbasis ekonomi syariah, menurut Ketua Kelompok Kerja Industri Desa, Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Aries Mufti, adalah karena di Jawa Timur 36,1 juta penduduknya beragama Islam. Artinya, dari angka tersebut, 97,2 persen penduduk Jawa Timur muslim.

Selain itu, di Jawa Timur, banyak memiliki pesantren, sehingga memiliki sumber daya manusia (SDM), yang diharapkan nantinya bisa mengembangkan ekonomi syariah.

“ Penduduk muslim, kebanyakan tinggal di desa desa. Melalui program Desa Berbasis Ekonomi Syariah nantinya diharapkan bisa menumbuhkan peluang ekonomi baru, sesuai ajaran Islam,” kata Aries.

Sementara itu, Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, sebagaimana dikutip Jawa Pos mengatakan, terdapat lima pilar yang menjadi indikator desa percontohan. Mulai SDM dan kondisi sosial, lingkungan biotis, dan infrastruktur kelembagaan masyarakat, potensi ekonomi, hingga akses keuangan.

( Rud/Jok )