JAKARTA, Petajatim.id. Maraknya pemberitaan di media online maupun pesan Whats App, yang menginformasikan bahwa Gunung Agung telah meletus adalah tidak benar,alias hoax.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusdatin dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin 26/09/2017.

Ia menghimbau masyarakat agar jangan terpengaruh berita bohong, yang bisa menimbulkan kekhawatiran maupun kepanikan di tengah masyarakat, dan tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi yang tidak benar.

“ Masyarakat dihimbau tidak percaya dan menyebarkan berita yang menyesatkan karena letusan gunung tidak dapat diprediksi dengan pasti,” kata Sutopo.

Menurut Sutopo, pihaknya  tengah melakukan berbagai antisipasi segala kemungkinan terkait Gunung Agung, yang saat ini menunjukkan tanda-tanda akan mengalami erupsi.

Sutopo menegaskan, bahwa letusan gunung tidak dapat diprediksi, demikian juga dengan Gunung Agung yang saat ini memasuki masa kritis di level awas. Gunung berapi akan menunjukkan tanda-tanda tertentu jika akan meletus, misalnya terjadi gempa tremor maupun getaran tanah secara terus menerus dalam waktu yang cukup lama, maka letusan akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga : BNPB Ungsikan Warga di Lereng Gunung Agung

Menurut catatan BNPB, jumlah pengungsi saat ini mencapai 48 ribu jiwa, dan sebagian besar diantaranya adalah penduduk yang tinggal di lereng Gunung Agung, dalam radius 6-12 km. Jumlah posko yang ada saat ini berjumlah 301 titik posko pengungsian, dan tersebar di sembilan Kabupaten di Bali.

( Rud/Jok )