SURABAYA, Petajatim.id. Terkait kondisi Kabupaten Pacitan pasca bencana banjir dan tanah longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana hingga 11 Desember mendatang.

“ Sesuai arahan BNPB, maka masa tanggap darurat kita perpanjang hingga satu minggu ke depan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi, Selasa, 5 Desember 2017, seperti dikutip dari Diskominfo Jawa Timur.

Yanuar menjelaskan, berdasarkan data yang diterima, hingga saat ini korban jiwa dalam bencana banjir dan tanah longsor sebanyak 25 orang. 20 orang meninggal, dan sisanya 5 orang hingga kini belum diketemukan.

Diungkapkan Yanuar, masyarakat terdampak bencana, saat ini memerlukan sarana penyediaan air bersih, kesehatan, maupun sanitasi. Kegiatan pembersihan lingkungan akan difokuskan pada fasilitas umum seperti jalan raya, sekolah, rumah, maupun tempat ibadah .

Menurut catatan BNPB, jumlah pengungsi yang menempati pos pos pengungsian yang tersedia, berjumlah 2.050 orang, namun sebagian diantaranya telah kembali ke rumah, untuk membersihkan rumahnya masing-masing.

Sebelumnya, Bupati Pacitan telah menetapkan masa tanggap darurat sejak 28 November hingga 4 Desember 2017, namun karena berbagai pertimbangan, mengingat jumlah korban terus bertambah serta untuk mengoptimalkan penanganan pasca bencana, masa tanggap darurat diperpanjang tujuh hari ke depan hingga 11 Desember 2017.

( Sinta/Jok )