LANDAK KALBAR- Petajatim.id. Sebagai ucapan syukur dan penghormatan kepada para leluhur, Bupati Kabupaten Landak, dr. Karolin Margret Natasa mengikuti ritual adat Nabo Panyugu di Dusun Jelutung, Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

“Kehadiran saya disini sebagai ungkapan rasa syukur atas terpilihnya saya sebagai Bupati Kabupaten Landak dan mohon doa bagi saya untuk maju dalam Pemilihan Gubernur mendatang. Ini juga sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian adat istiadat warisan leluhur kita,” tutur Karolin usai ritual Nabo Panyugu Nek Landor, Senin (5/2/2018).

Dijelaskannya, keberadaan situs-situs sejarah yang tersebar di wilayah Kabupaten Landak perlu dijaga dan di rawat oleh masyarakat sekitar. Seperti halnya Panyugu Nek Landor yang diperkirakan berusia ratusan tahun perlu di jaga dan dirawat keberadaanya.

“Situs-situs sejarah seperti ini harus dijaga dan dirawat oleh masyarakat sekitar. Kami selaku Pemerintah Daerah juga telah mengeluarkan Perda Masyarakat Adat sebagai bentuk pengakuan terhadap Masyarakat Adat termasuk dalam menjaga adat istiadat serta tradisi seperti yang dilakukan saat ini,” ungkapnya.

Ditambahkan Karolin,  bahwa sektor pariwisata dan kebudayaan akan menjadi salah sumber pendapatan bagi daerah. Cagar budaya, tempat-tempat wisata, atraksi budaya dan kegiatan ritual adat istiadat masyarakat adat dapat menarik minat wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk datang berkunjung sehingga mendatangkan rejeki bagi masyarakat sekitar.

“Kedepan wisata dan budaya menjadi salah satu sektor penting bagi kita untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan bagi daerah. Tempat-tempat wisata, cagar budaya, ritual adat serta atraksi budaya ini dapat menarik minat wisatawan domestik maupun asing datang untuk melihatnya. Tentu mendatangkan keuntungan bagi masyarakat sekitar, secara umum daerah kita,” katanya.

(Sartiman Kalbar)