Jakarta – petajatim.id. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Ngajuk, Taufiqurahman, usai yang bersangkutan menjalani pemeriksaan. Hal tersebut dilakukan, untuk mempermudah proses penyidikan, terkait tindak pidana korupsi yang menjeratnya.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Taufiq akan menjalani masa penahanan untuk 20 hari ke depan, dan ditempatkan di ruang tahanan KPK, Kuningan, Jakarta.

“ TFR (Taufiqurahman), ditahan selama 20 hari pertama, di rutan cabang KPK,” kata Febri, di gedung KPK, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Oktober 2017.

Sementara untuk tersangka lainnya, kata Febri, ditahan di tempat yang berbeda.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ngronggot Suwandi (SUW) ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kepala Bagian Umum RSUD Nganjuk Mokhammad Bisri (MB) ditempatkan di rutan Guntur, dan Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Nganjuk, Hariyanto, di rutan Salemba.

“ Semuanya akan ditahan untuk 20 hari pertama,” tambahnya.

Taufiqurahman, ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) 25 Oktober lalu, karena terlibat kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah uang yang diduga uang suap sebesar Rp 298 juta, di dalam tas berwarna hitam.

Selain Taufiq, KPK juga menetapkan tiga orang tersangka kasus korupsi lainnya, yakni Ngronggot Suwandi Kepala Sekolah SMP Negeri 2, Kabag Umum RSUD Nganjuk Mokhammad Bisri dan Kadis Lingkungan Hidup Nganjuk, Hariyanto.

( Rud/Jok )