SAMPANG, Petajatim.id – Bupati Sampang Fadhilah Budiono lakukan mutasi jabatan secara tertutup terhadap pejabat eselon 2 dan eselon 3, Jumat, 22 Desember 2017, meski jabatan sudah hampir habis. Namun, mutasi menurutnya dalam waktu dekat ini bisa saja ada mutasi kembali jika ada permintaan dari salah satu instansi.

Mutasi yang biasanya di selenggarakan di Aula Pendopo Kabupaten Sampang, mutasi kali ini justru diselenggarakan secara tertutup di Aula PKK, itu pun awak media tidak perkenankan untuk masuk.

Menurut Bupati Sampang Fadilah Budiono mengatakan, menurutnya mutasi ini ada lantaran ada permintaan dari instansi yang memang membutuhkan tenaga khusus sehingga perlu diadakan mutasi jabatan.

“Semua ini karena ada usulan dari instansi yang butuh tenaga tertentu, begitu juga ada pejabat yang tidak sinkron dengan instansinya sehingga perlu dipindah ke tempat lain,” jelas Fadhilah saat dikonfirmasi awak media seusai kegiatan selesai.

Disinggung mengenai aturan Permendagri 73/2016  dimana dalam klausul tersebut disebutkan, bahwa Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota atau Wakil Wali Kota dilarang mengganti pejabat 6 bulan sebelum akhir masa jabatan atau 6 bulan setelah dilantik, Fadhilah justru berkata hal itu tidak benar.

“Sudah ada suratnya mas, dan mutasi bisa saja dalam waktu dekat ini ada lagi jika ada dari pihak instansi atau organisasi yang mengajukan permintaan atau membutuhkan tenaga khusus,” pungkasnya.

(Aj)