TOLITOLI, Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Drs. Mukadis Syamsudin, melantik Bustari sebagai Pj. Kades Balaroa, Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Selasa (10/4/18).

Pelantikan yang dilaksanakan di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tolitoli tersebut, dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Pimpinan Unit Kerja Lingkup Pemerintah Kabupaten Tolitoli, Camat Dampal Utara, pengurus BPD dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Balaroa.

Pengangkatan Bustari sebagai Penjabat Kepala Desa Balaroa, Dampal Utara, tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Tolitoli Nomor 271 Tahun 2018 tentang Pengesahan dan Pemberhentian Kepala Desa Balaroa dan Pengangkatan Penjabat Kepala Desa Balaroa Kecamatan Dampal Utara.

Dalam sambutan Bupati Tolitoli yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Drs. Mukaddis Syamsuddin, M.Si menyatakan bahwa Kepala Desa sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, dituntut memiliki pengetahuan yang lebih, sehingga mampu untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mampu membawa perubahan yang signifikan.

Oleh karenanya, dana desa yang telah dikucurkan Pemerintah untuk  memacu pembangunan di berbagai sektor harus dikelola secara efektif, efisien dan akuntabel dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Ir Joko Widodo pada rapat terbatas di Istana negara yang  menegaskan bahwa dana desa digunakan untuk membangun infrastruktur dan proyek desa dengan program padat karya.

Program tersebut sangat penting, karena masyarakat yang bekerja untuk proyek tersebut digaji melalui dana desa, baik secara mingguan atau harian. dengan demikian maka masyarakat akan memiliki lapangan kerja yang dapat meningkatkan daya belinya.

Selanjutnya Sekretaris Daerah menyampaikan selamat bertugas kepada penjabat kepala desa yang baru saja dilantik dan ucapan terima kasih kepada kepala desa yang lama,  atas perjuangan dan pengorbanannya selama membangun desa Balaroa.

( Wahyu, kontributor Tolitoli )