Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi (kanan) — Foto: Medcom.id/ EKo Nordiansyah

 

JAKARTA, Meski pemilu masih setahun lagi, suhu politik tanah air mulai memanas. Hal ini dipicu pernyataan kontroversial Amien Rais yang mendikotomikan partai-partai Indonesia menjadi dua sisi.

Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (DK PAN) Prof. Dr. HM. Amien Rais pada tausyiah Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjamaah di Masjid Baitturahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat 13 April 2018, yang mendikotomikan partai-partai Indonesia menjadi dua sisi, yaitu Partai Allah dan Partai Setan, memantik polemik.

“ Bukan hanya PAN, PKS dan Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah yaitu hizbullah. Untuk melawan hizbusyi syaithan. Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akheratnya,” kata Amien

Terkait pernyataan Amien yang dinilai menyebarkan ujaran kebencian, Kelompok Cyber Indonesia melaporkan mantan Ketua Umum Muhammadiyah tersebut ke Polda Metro Jaya, Minggu 15 April 2018, dengan nomor laporan LP /2070/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Menurut Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi, pernyataan Amien Rais tersebut bisa memicu kegaduhan karena menyebarkan ujaran kebencian yang bisa merusak sendi sendi kehidupan berbangsa, dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“ Kami melihat di sini sebagai warga Indonesia dan umat Islam, kami melihat ada upaya dikotomi, upaya provokasi yang membawa nuansa agama, sedangkan kita sama-sama tahu bahwa negara kita negara Pancasila yang berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Aulia, dikutip dari Liputan6.com.

Dalam pernyataannya, Amien Rais diduga telah melakukan ujaran kebencian terhadap partai-partai yang disebut sebagai partai setan, di luar Partai Gerindra, PAN dan PKS sebagai Partai Allah.

Fahmi juga menilai, bahwa dalam pernyataan tersebut ada unsur penistaan agama, dalam konteks menyatakan ada pihak yang tidak bertuhan dengan dikotomi tersebut.

“ Saudara AR dalam statemennya menyebutkan beberapa nama partai yang di sini kami menduga, kalau hanya tiga nama partai yang disebut, partai lain dianggap partai setan,  atau kelompok lain adalah kelompok setan. Maka itu, kami lihat ada indikasi ada dugaan bahwa dia berupaya memecah belah persatuan bangsa,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi, Amien Rais  menolak pernyataannya dikaitkan dengan Partai Politik. Ia meminta pihak-pihak cerdas dalam menganalisa pernyataannya.

“ Jadi bukan partai, tapi cara berfikir. Cara berfikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang,” kata Amin.

Sumber : Liputan6.com

( Red/Jok )