Bangkalan, Petajatim.id. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang biasanya rutin menyelenggarakan event Kacong Jebbing, pada tiap tahun, Untuk tahun 2017 ini, event tersebut dihapus.

Alasannya, dana untuk penyelenggaraan event Kacong Jebbing dialihkan untuk program lain, karena event tersebut dianggap tidak memiliki dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Bangkalan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Bangkalan, Lily Setiamukti mengatakan, bahwa pembatalan penyelenggaraan event tersebut langsung atas perintah Bupati.

“ Ini perintah bapak bupati langsung, dan anggarannya dialihkan ke sektor lain,” terang Lily, ketika dikonfirmasi, Kamis, (12/10/2017).

Padahal, jauh sebelumnya pihak Dinas sudah  memprogramkan event budaya tahunan ini. Bahkan, pendaftaran sudah mulai dibuka, dari tingkat SLTA hingga Perguruan Tinggi. Dan pesertta yang mendaftar sudah mencapai 200 an.

Peserta yang telah mendaftar mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan sepihak, yang dinilainya tidak adil ini.

Mereka menganggap Bupati maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan, sengaja membunuh kreatifitas anak-anak muda di bidang seni budaya tradisional, yang seharusnya dipertahankan.

“ Kalau alasannya tidak membawa dampak di sektor pariwisata, itu alasan yang dibuat buat. Jika memang ada kekurangan ya diperbaiki, bagaimana melalui event kacong jebbing ini bisa berdampak signifikan terhadap pariwisata. Bukan malah dihapus,” sesal Pratiwi, salah satu calon peserta dari perguruan tinggi.

Terkait dengan keputusan sepihak Bupati Bangkalan yang membatalkan event kreatifitas budaya ini, berbagai kalangan sangat menyesalkan, termasuk dari kalangan budayawan maupun pendidik di Kabupaten Bangkalan.

( Rus/Jok )