Sampang, Petajatim.id. Guna mewujudkan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat provinsi, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Jrangoan dibantu seluruh jajaran lapisan Masyarakat Napo laok, menggelar berbagai acara dalam memasuki tahap penilaian dari Tim Juri Lomba Desa PHBS Tingkat Provinsi, Selasa (30/01/2017).

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Bupati Sampang Fadillah Budiono, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sampang Puthut Budi Santoso, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang dr. Firman Pria Abadi, Tim Juri Lomba Desa PHBS Tingkat Provinsi, serta Ketua dan pengurus Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK).

Dalam sambutannya, Bupati Sampang sangat mengapresiasi program kegiatan PHBS tersebut, karena dengan adanya program tersebut dapat memberikan arahan serta motivasi pola hidup kepada seluruh masyarakat desa untuk hidup bersih dan sehat.

“Saya selaku Bupati Sampang sangat bangga dengan adanya program kegiatan PHBS ini, karena dengan adanya program ini dapat memberikan arahan serta motivasi pola hidup kepada seluruh masyarakat desa untuk hidup bersih dan sehat utamanya di Kabupaten Sampang. Mudah-mudahan penilaian yang dilaksanakan hari ini oleh Tim Juri Lomba Desa PHBS Tingkat Provinsi, Desa Napo Laok bisa menang dan mewakili Provinsi Jawa Timur ke Tingkat Nasional,” ujar Fadillah Budiono.

Sementara itu, Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dr. Firman Pria Abadi mengungkapkan bahwa sesuai data jumlah penduduk Desa Napo Laok berjumlah 1.371 Jiwa terdiri dari Laki laki 668 Jiwa dan perempuan 703 Jiwa sangat pantas berpredikat sebagai kampung PHBS Tingkat Provinsi.

Hal tersebut dikarenakan Desa Napo Laok melaksanakan 10 Indikator yang didampingi oleh pihaknya melalui pendampingan dari Tim Puskesmas Jrangoan.

“ Kami menilai Desa Napo Laok sangat pantas berpredikat sebagai Kampung PHBS Tingkat Provinsi, dan kami yakin akan hal tersebut. Karena Desa Napo Laok ini mengikuti 10 indikator standar pelayanan minimal yang diberikan dinas kesehatan, diantaranya adalah, 1. Setiap Ibu Melahirkan ditolong oleh bidan, 2. Bayi mendapatkan ASI Eksklusif, 3. Balita menimbang berat badan di Posyandu, 4. Warga yang menggunakan air bersih, 5. Warga yang menggunakan Jamban Sehat, 6. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang bersih, 7. Pemberantasan Sarang Nyamuk, 8. Konsumsi buah dan sayur, 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari, 10. Tidak merokok dalam rumah. Itu sudah pantas menjadi juara PHBS Tingkat Provinsi Jatim,” ungkapnya.

( Aj/red)