Sampang, Petajatim.id. Ratusan warga dusun Tenga Laok, Desa Bunten Barat,Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang, memadati lahan yang akan di eksikusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Rabu 8/11/2017.

Sekitar pukul 08.00 WIB, warga masyarakat bersama tergugat Hamyeki (45),sudah memadati lahan tanah sengketa untuk menghadang petugas Pengadilan Negeri, yang akan membacakan hasil keputusan.

Keluarga tergugat, tidak terima dan menolak eksekusi atas tanah sengketa yang berada di Dusun Tenga Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang tersebut.

Mereka berdalih, tanah tersebut milik dari Hamyeki karena memiliki surat  – surat yang Sah.

Diketahui, lahan yang menjadi obyek sengketa tersebut, oleh Pengadilan Negeri Sampang dimenangkan pihak penggugat, atas nama Musehrah ( 50), yang juga sebagai ahli waris , warga Dusun Tenga Laok, Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Petugas PN Sampang, yang hendak melakukan eksekusi terkait sengketa lahan tersebut, dikawal sedikitnya 300 personel dari Polres Sampang, Brimob, Polsek dan Koramil Ketapang, yang dipimpin oleh Kabag Operasional Polres Sampang, Kompol Saiful Anam.

(Aj/red)