PASURUAN, Petajatim.id. Saat ini masyarakat, terutama generasi mudanya, hampir luma jati diri karena lupa budayanya sendiri. Mentransformasi pola pikir, melalui pendekatan budaya, diyakini akan mampu membangkitkan kembali, nilai-nilai kearifan yang lekat di dalamnya, termasuk memperkokoh nasionalisme, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diselenggarakannya Festival Pertunjukan Rakyat  di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur,   dan dikemas bersamaan dengan Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) IX-2017. Diharapkan melalui kegiatan ini, bisa menjadi sarana  untuk melestarikan budaya Jawa Timur, sekaligus sarana efektif untuk menyampaikan informasi.

Kepala Dinas  Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur, Edy Santoso, yang hadir saat pembukaan acara, menyambut baik kegiatan yang sangat positif ini. Ia meyakini bahwa penyampaian informasi terkait hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat, melalui pendekatan budaya, akan lebih efektif.

“ Pertura sangat bagus karena mengangkat cerita sesuai keadaan masyarakat saat ini serta cerita legenda. Banyak pesan moral yang tersirat dalam setiap cerita,” kata Edy, di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, tempat berlangsungnya Festival, Selasa, 12/09/2017.

Dikatakan Edy, pesatnya teknologi informasi, seperti internet banyak sisi positifnya untuk mengakses perkembangan ilmu pengetahuan maupun menyerap informasi secara global. Namun, internet bisa membawa dampak negatif, bila tidak cerdas dan bijak penggunaannya, dan sangat dimungkinkan, budaya asli Jawa Timur terlupakan.

Selanjutnya, Edy berharap, melalui kegiatan Festival Pertunjukan Rakyat, yang digelar selama empatahari tersebut, bisa menarik masyarakat. Paling tidak, kerinduan terhadap nilai-nilai luhur budaya Jawa Timur akan terobati. Dan pada gilirannya, terbangun suatu sikap cinta budaya, bangkit semangat dan jiwa nasionalismenya untuk bersama-sama membangun Jawa Timur khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Festival Pertunjukan Rakyat, berlangsung dari tanggal 12 hingga 15 September 2017, diikuti  Kelompok Kesenian dari Kabupaten Ngajuk, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sumenep, Kediri, Tuban dan Situbondo.  Pertunjukan kesenian dimulai pukul 19.00 WIB.

Bagi Pemenang Festival, akan mendapat penghargaan. Untuk penampil terbaik I, mendapat piagam penghargaan, trophy, dan uang pembinaan sebesar Rp 6 juta. Penampil terbaik II, mendapat piagam penghargaan, trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Sementara penampil terbaik III, mendapat piagam penghargaan, trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 4 juta. Dan, penampil terbaik IV, mendapat piagam penghargaan, trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 2.5 juta.

Sementara, untuk penulis naskah cerita terbaik, mendapat piagam penghargaan, trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 1.5 juta. Untuk Sutradara terbaik, mendapat piagam penghargaan, trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 1.5 juta. Aktor pria terbaik, mendapat piagam penghargaan, trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 1.5 juta, serta aktor wanita terbaik, mendapat piagam penghargaan, trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 1.5 juta.

Penyerahan hadiah maupun penghargaan akan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur. H. Soekarwo, pada acara penutupan Festival, 16 September mendatang.

( Diskominfo Jatim/Joko )