GMNI Siap Mengawal dan Memberi Advokasi Keluarga Ahmad Budi Cahyanto,

SAMPANG – PETAJATIM.ID, Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikap akan mengawal dan melakukan advokasi terhadap kasus meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto yang dianiaya muridnya sendiri.

GMNI Sampang menganggap kasus meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, Guru GTT SMAN I Torjun diduga karena aksi kekerasan yang dilakukan siswanya, dan telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Sampang.

“Peristiwa tersebut harus dijadikan momentum untuk mengevaluasi jargon revolusi mental. Sudah saatnya sistem pendidikan lebih mengedepankan akhlak dan moral,” ujar Abu Thalib, Ketua GMNI Kabupaten Sampang, Senin, 5 Januari 2018.

Pernyataan sikap GMNI tersebut disampaikan dalam acara Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) tahun 2018 yang di gelar oleh DPC GMNI Kabupaten Sampang di Kecamatan Jrengik, 2-4 Januari 2018

Dalam kegiatan KTD itu, selain menanamkan ideologi marhaen terhadap kader juga merespon isue yang menjadi perhatian publik.

Menurut Abu Thallib, GMNI merupakan Organisasi Kemahasiswaan yang berpihak kepada masyarakat kecil, Ssehingga sangat wajar kalau GMNI akan membela keluarga Ahmad Budi Cahyanto.

Sementara itu, Sekretaris Cabang GMNI Kabupaten Sampang Bung Mahfud menegaskan , pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan LBH Surabaya terkait pengawalan dan upaya advokasi terhadap kasus meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto.

Bung Mahfud menegaskan dalam waktu dekat akan membentuk tim investigasi guna mengungkap kebenaran fakta dalam kasus tersebut.

Menurut Bung Mahfud sistem pendidikan yang selama ini mengedepankan sains ternyata berdampak terhadap mental, akhlak dan moral siswa.

“ Permasalahan yang terjadi di Kabupaten Sampang menjadi PR Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, khususnya Dinas Pendidikan di Kabupaten Sampang,” tuturnya .

(Aj/Red)