Jenasah ratusan pelayat mengantar alm Budi guru SMA N I Torjun ke pemakaman

Sampang, Petajatim.id, Dunia pendidikan kembali tercoreng akibat ulah premanisme.  Siswa SMA N I Torjun Sampang, Madura, berinisial MH tega menganiaya gurunya sendiri hingga meninggal.

Guru yang menjadi korban kekerasan muridnya sendiri tersebut bernama Budi Cahyoho, yang masih berstatus guru sukwan.

Informasi yang berhasil dihimpun Petajatim,id, peristiwa tersebut bermula ketika Budi tengah mengajar, MH bukannya mengikuti pelajaran seperti siswa lainnya, namun justru tidur pada saat jam pelajaran.

Sebagai seorang guru, Budi mencoba membangunkan MH. Tak terima ditegur sang guru, MH justru marah dan menantang duel. Parahnya lagi, MH langsung menyerang dan sempat memukul Budi, namun berhasil dilerai teman-temannya.

Tak puas karena dilerai teman sekelasnya, pada saat jam sekolah berakhir, MH menghadang sang guru dan melakukan penganiayaan.

Akibat ulah tak terpuji yang dilakukan MH, korban harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah leher dan pecah pembuluh darah otak. Karena luka yang diderita cukup parah, nyawa Budi tak tertolong lagi. Budi meninggal setelah mengalami masa kritis, Kamis, 1 Februari 2018, di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Saat di konfirmasi melalui telepon seluler  Kepala Sekolah SMAN 1 Torjun Amat, membenarkan  kejadian penganiayaan terhadap Guru yang dilakukan oleh siswa.

” Benar,  telah terjadi pertengkaran antara korban dan salah seorang murid di dalam kelas pada saat pelajaran melukis, namun sempat di lerai oleh siswa yang lain. Kami sebagai pihak sekolah sangat menyesalkan kejadiaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya salah satu guru terbaik kami. Pihak sekolah akan memberikan sangsi administrasi berat, minimal akan mengeluarkan murid tersebut dari sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, kapolsek Torjun AKP Harifi, saat di konfirmasi terkait peristiwa penganiayaan tersebut mengatakan, bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku berinisial (MH), agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti amuk masa ataupun melarikan diri.

Siswa terduga pelaku penganiayaan yang merupakan siswa Kelas XI ini dimungkinkan masih tergolong dibawah umur, sehingga perlu langkah dan penanganan secara khusus sesuai  UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,

(Aj/Jok)