SURABAYA, Petajatim.id. Sebanyak 4.008 tenaga pendamping program keluarga harapan (PKH) di Provinsi Jawa Timur, akan segera menerima dana oprasional.

Siang tadi, Kamis, 14/12/2017, Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Saifullah Yusuf secara simbolis menyerahkan dana operasional tersebut senilai Rp 7.344.000.000,-. Biaya operasional tersebut, untuk catur wulan ketiga, tahun 2017.

Menurut Gus Ipul, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki komitmen kuat untuk menurunkan tingkat kemiskinan hingga di bawah 10 % dari total penduduk Jatim sekitar 38 juta jiwa.

“ Saat awal kami dan Pakdhe (Gubernur Jatim, red) memimpin di periode pertama, tingkat kemiskinan di Jatim mencapai 16 %. Alhamdulillah saat ini turun menjadi 11,77 %. Tekad kami, angka itu harus turun hingga di bawah 10 %,” ujarnya.

Menurut calon gubernur pada Pilgub 2018 mendatang tersebut, untuk menurunkan angka kemiskinan tidaklah mudah, karena banyak aspek yang mendasarinya. Persoalannya bukan hanya sebatas ekonomi saja, namun pendidikan, kesehatan, psikologinya dan aspek lain juga turut menyertai.

“ Angka kemiskinan di bawah 10 %, ibaratnya adalah tinggal keraknya. Karena problemnya makin komplek, dan butuh sinergitas semua pihak,”terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Sukesi mengatakan bahwa biaya operasional pendamping PKH, dialokasikan untuk mengoptimalkan kegiatan mereka saat berada di lapangan, seperti pertemuan kelompok dengan KPM, rapat rapat insidental dengan pihak-pihak terkait di kecamatan, melaksanakan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) atau kegiatan-kegiatan lain yang mendukung kegiatan yang berkaitan dengan PKH.

“ Biaya operasional itulah yang mereka butuhkan dan telah dialokasikan pemerintah melalui APBN,” kata Sukesi.

Saat ini, jumlah penerima PKH di Jawa Timur sekitar 1 juta jiwa. Jumlah anggaran yang dialokasikan untuk penerima PKH sebesar itu sekitar Rp 6,41 triliun.

( Santi/Jok )