ft. ilustrasi

 

JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini Jumat (22/06) akan membacakan vonis untuk terdakwa teroris kasus bom Tamrin Aman Abdurrahman.

Melansir dari liputan6.com, Ketua Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Akhmad Jaini menyampaikan hal tersebut pada Rabu 30 Mei 2018 lalu.

“ Putusan hakim kita bacakan pada Jumat tanggal 22 Juni 2018,” tutur Akhmad Jaini.

Aman Abdurrahman, oleh Jaksa dituntut dengan hukuman mati karena dinilai bersalah melanggar Pasal 14 juncto  Pasal 6 Perppu Nomor 1 tahun 2002, yang telah ditetapkan menjadi Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Selain itu, Aman terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002, yang ditetapkan menjadi Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberanasan Tindak Pidana Terorisme.

Berdasarkan tuntutan Jaksa pula, Aman Abdurrahman diduga telah merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal.

Aman Abdurrahman juga telah merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa atau harta benda orang lain, atau untuk menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis, atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

Aman Abdurrahman merupakan sosok teroris yang didakwa menyebarkan paham radikal dalam kurun waktu delapan tahun di sejumlah tempat di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Lamongan, Balikpapan, Samarinda, Bima, Medan dan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah.

Menurut jaksa, tidak ada hal meringankan bagi terdakwa Aman Abdurrahman.

( Yud/Jgd )

Sumber : Strategi.co.id