Seoul. Hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara semakin memburuk, setelah kedua Pemimpin negara tersebut terlibat perang kata-kata, dan keduanya menyatakan siap untuk berperang. Presiden AS Donald Trump mengancam Pyong Yang,  jika nekad mengarahkan moncong nuklirnya untuk menyerang Washington. Pyong Yang tak gentar dengan ancaman Trump, dan akan menyerang Guam, wilayah AS di Asia Pasifik. Di tengah situasi yang semakin memanas,  Kim Jong Un, memanggil pulang seluruh duta besarnya untuk negara-negara besar dunia untuk melakukan pertemuan guna mensikapi situasi tersebut.

Terkait pemanggilan Dubesnya, seperti dilansir kantor berita Yonhap, Senin, 14/8/2017, salah seorang pejabat penting Korea Utara, yang tak mau disebutkan namanya mengatakan ,” Korea Utara menjadi tuan rumah apa yang tampaknya merupakan pertemuan kepala misi diplomatik asing, setelah memanggil duta besarnya untuk negara-negara besarnya pulang ke Pyong Yang”.

Meski demikian, pejabat tersebut mengatakan bahwa pemanggilan Dubesnya sebagai antisipasi dalam mensikapi krisis.

Hingga berita ini diturunkan, Pyongyang belum merilis pernyataan resmi mengenai pertemuan para dubesnya yang dipanggil pulang.

(Jok/foto dok. Voice Indonesia)