ASAHAN – Petajatim.id. Kepala Desa Perkebunan Bandar Pulau, Daman Sambas terindikasi korupsi dan menyalahgunakan anggaran pembangunan Titi yang berukuran lebar 2.5 meter dan panjang 3 meter,  yang menelan dana Sebesar Rp. 112.850.000,-.

Namun hal ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan bestek di lapangan, banyak kalangan di desa tersebut yang mempertanyakan kemana saja anggaran sebesar Rp. 112.850.000,-  tersebut.

Mensikapi berbagai pertanyaan warga, terkait proyek yang dinilai banyak penyimpangan, wartawan Petajatim.id,mencoba konfirmasi kepala Desa Aras, namun bukan penjelasan yang didapat melain perkataan yang tidak pantas diucapkan seorang pemimpin.

“Saya tidak perlu berurusan dengan wartawan, yang terpenting Kapolsek sudah ditangan saya”. Ujar Kepala Desa Aras menunjukkan sikap arogan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sangat disesalkan juga, karena dalam kasus ini pihak Inspektorat Kabupaten Asahan, diduga  ikut mencicipi uang hasil penyimpangan Dana Desa tersebut.

Kenyataan tersebut terlihat ketika turun tugas didesa Perkebunan Bandar Pulau, bukanya melaksanakan tugasnya, malah merasa menikmati saat dijamu oleh kepala desa, begitu juga pihak Polsek yang diharapkan perananya mengawasi dana desa, namun ternyata ikut juga menikmati penyimpangan dana desa tersebut.

(Adi/red)