Ilustrasi

 

PETAJATIM.id – Sampang, Hingga memasuki triwulan ketiga tahun anggaran 2018, geliat investasi di Kabupaten Sampang masih relative rendah. Hal ini dikarenakan investor kebanyakan investor lebih memilih menanamkan investasinya pada usaha kecil menengah (UKM), sedangkan perusahaan berskala besar hingga saat ini belum ada.

Hal tersebut diakui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPTMPTSP) Sampang .

Menurut Plt Kepala DPTMPTSP Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan, sebagaimana dikutip dari Kabar Madura, bahwa investasi di yang masuk dapat diukur melalui izin usaha yang dikeluarkan instansinya.

Setiap pemohon izin, kata dia, wajib menyertakan modal yang akan digelontorkan untuk mengembangkan usaha.

“ Hingga saat ini, izin yang diterbitkan DPTMPTSP rata-rata usaha yang bermodal maksimal Rp 500 juta. Sementara yang mengajukan izin dengan modal Rp 500 juta ke atas belum ada,” kata Yuliadi Setiawan, Rabu ( 11/7/2018 ) dikutip dari Kabar Madura.

Menurut Yuliadi, rendahnya minat investasi di Sampang disebabkan berbagai factor salah satunya adalah pendataan potensi daerah  tak akurat, disamping  itu promosi juga belum maksimal.

Untuk menggenjot investasi di Sampang, Yuliadi mengatakan pihaknya melakukan upaya mendatangi pada pengusaha agar bersedia investasi dengan mengedepankan sisi keamanan dan kenyamanan seperti yang tertuang dalam Peraturan Bupati ( Perbup ) Nomor 72 tahun 2017 tentang Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) yang menjamin keamanan dan kenyamanan investor dalam berinvestasi dengan memberikan insentif serta kemudanan lain.

Selain itu, DPTMPTSP akan terus berusaha lebih maksimal melalui koordinasi dan komunikasi yang baik dengan para pengusaha, sehingga bisa berinvestasi di Sampang, serta mendorong OPD untuk berlomba-lomba dalam mempromosikan potensi daerah.

 

( Sur/Jok )