Jakarta,  Komunitas Kenduri Cinta (KKC) kembali menggelar diskusi bulanan bertempat di plaza Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya No. 73 Jakarta Pusat, Jumat (18/5) pukul 22.00 WIB.

Diskusi yang mengambil tema “ Jababiroh “ tersebut dihadiri ribuan anggota dari semua kalangan, dari berbagai wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Diungkap dalam diskusi ini, Jababiroh yaitu zaman yang menganut kebebasan menjadi sebuah sikap yang diberhalakan, dimana perilaku maksiat, fitnah, kebohongan, dusta, ketidakadilan, keserampangan adalah hal yang biasa terjadi dan dimaklumi oleh siapa saja.

Jababiroh, zaman dimana umat Islam di seluruh penjuru dunia adalah umat yang paling banyak jumlahnya, namun kulitas itu diibaratkan seperti buih yang tampak di permukaan lautan. Semua orang berteriak lantang memperjuangkan Islam, namun pada perjuangan itu hanyalah sebatas pemuasan kepentingan kelompoknya semata, serta kekuasaan semata.

Nara sumber utama dalam diskusi ini adalah Emha Ainun Nadjib, atau yang akrab disapa Cak Nun.

Dalam pemaparannya, budayawan asal Jombang, Jawa Timur ini mengulas tuntas tentang Jababiroh.

Meski sempat diguyur hujan, namun tak menghentikan niat peserta diskusi untuk mendengar kajian ilmu dari Cak Nun, yang tajam, menggelitik, dan kadang diselingi dengan joke-joke segar, mencairkan suasana.

” Saudaraku sekarang ini bukan zaman Nabi dan Rasul,bukan era dimana manusia terpilih diberi mandat langsung dan difasilitasi untuk menyebarkan nilai-nilai agama, tetapi lebih mengarah kepada perilaku manusia untuk lebih peka dan cinta kasih sesama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa,”ungkap Cak Nun.

Cak Nun mengatakan, bahwa para pendahulu kita menyebutnya sebagai ‘Jababiroh’ yang dipenuhi berbagai berhala, diantaranya berhala jabatan, berhala popularitas, berhala uang, berhala kekuasaan yang menyebabkan lupa atas amanahnya, dan berbagai berhala lainnya.

Untuk itu kata Cak Nun, diperlukan suatu sikap mawas diri dengan memperkuat iman, agar tidak terjerumus dalam keberhalaan.

( Rochman, Biro DKI )

Sumber : www.nusantaranews.org.