SAMPANG, Petajatim.id, Budaya Pulau Madura yang selama ini di kenal dengan kerapan sapi, ternyata juga memiliki budaya kerapan kelinci.  Meski dibilang budaya baru, kerapan kelinci sudah mulai menjadi daya tarik yang sangat kuat meskipun hanya di lingkup pulau Madura.

Tak hanya itu, keunikan kerapan kelinci di pulau garam tersebut, dikarenakan kelinci yang di lombakan larinya, dihias dengan pakaian warna warni untuk membedakan antara kelinci yang satu dengan lainnya saat diadu kecepatan larinya.  Sehingga, sang juri lebih bisa mengenal kelinci beserta namanya.

Minggu (17/9/2017), Kerapan kelinci yang digelar oleh panitia kerapan kelinci jalan Embong Anyar, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura Jawa timur, mendapat  lirikan dari masyarakat yang sangat antusias untuk menontonnya, bahkan, sebanyak 162 ekor kelinci dari berbagai daerah di pulau Madura dihadirkan untuk diadu kecepatan larinya.

“Dengan menjaga sportifitas, lomba karapan kelinci piala Presiden 2017, digelar untuk melestarikan budaya madura,” Kata H.A. DJawahir Afandi, S.H, S.E yang sempat hadir untuk mendukung penuh kegiatan event tersebut.

Lebih lanjut Djawahir mengatakan, pihaknya bersama panitia Kerapan kelinci piala  presiden 2017, telah menyiapkan beberapa hadiah bagi para juara, Yakni 1 unit Mobil dan 4 unit sepeda motor.

“Bagi Juara juga akan mendapatkan piala Presiden 2017,” Imbuh Bakal Calon Bupati Sampang di Pilkada 2018 mendatang.

Lebih lanjut Djawahir mengatakan, selain melestarikan budaya madura, even positif tersebut juga bisa menambah perekonomian masyarakat, terutama pedagang kaki lima disekitar lokasi Kerapan sapi. Budaya tersebut, menurut Djawahir, harus dilaksanakan secara berkesinambungan hingga nantinya bisa menjadi daya tarik  pariwisata dan menjadi icon kabupaten Sampang.

“Kedepannya, event kerapan kelinci ini bisa dikemas lebih menarik, sehingga nantinya bisa dijadikan sebagai event besar di kancah internasional,”Harapnya.

(Rif)