JAKARTA, Petajatim.id. Kasus pembunuhan terhadap anggota Kostrad, Sersan Mayor (Serma) Achmad, anggota Divisi Infantri (Divif) 2, mulai menunjukkan titik terang siapa pelaku pembunuhan keji tersebut.

Dilansir dari CNN Indonesia, pembunuhan terhadap Serma Achmad, diduga dilakukan oleh sersan dua (Serda) Evander, anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) Divif 2 Kostrad. Dugaan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh staf lid Denpom Divif 2 Kostrad.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigjen Alfret Denny Tuejeh mengatakan, bahwa saat ini TNI AD terus mendalami kasus tersebut, berdasarkan informasi yang beredar.

“ Kan masih penyelidikan, informasinya kan ada melibatkan antar sesama anggota itu kan masih didalami,” kata Denny, Rabu 12 Desember 2017, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Denny juga mengatakan jika terbukti benar, TNI AD akan memberi sangsi tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

“ Sanksi itu kan nanti setelah diadili, bersalah, ini kan masih penyelidikan,” tuturnya.

Terkait pembunuhan keji terhadap anggota TNI AD, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono menegaskan jika terbukti bersalan, tersangka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang ada di lingkungan TNI.

Diberikatan sebelumnya, Serma Achmad ditemukan tewas dengan luka bacok di saluran air di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Minggu 24 Desember 2017 lalu.

Jasad Serma Achmad ditemukan oleh warga sekitar pukul 07.00, dan kemudian dibawa ke RSUD Saiful Anwar Kota Malang untuk dilakukan outopsi.

( Redaksi )