ilustrasi tebuireng.com

 

SURABAYA, PETAJATIM.ID, Mantan Plt. Direktur Utama Pasar Surya Surabaya, Mikhael Bambang Parikesit, akhirnya tidahan Kejati Surabaya, Rabu 28/2/2018.

Penahanan Bambang tersebut terkait adanya dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 14,8 miliar.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Petajatim.id, Bambang Parikesit, pada tahun 2015 – 2016, dimana pada saat itu merangkap sebagai  Direktur Administrasi dan Keuangan, telah menggunakan sebagian dana revitalisasi sebesar Rp 20 miliar untuk kegiatan lain-lain.

Dana yang bersumber dari APBD kota Surabaya itu, ternyata dipergunakan juga untuk dana operasional.

Menurut Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Didik Farkhan, bahwa akibat perbuatan tersangka Bambang Parikesit, negara dirugikan sebesar Rp 14,8 miliar.

“ Seharusnya sesuai rencana dana penyertaan modal Pemkot di PD Pasar itu akan dipergunakan untuk perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana beberapa pasar. Namun, kenyataannya dana tersebut justru dipergunakan di luar peruntukannya,” jelas Didik.

Ditambahkan Didik, tak hanya itu kasus yang membelit Bambang. Masih ada lagi kasus yaitu kisruh kredit koperasi karyawan PD Pasar dari BRI sebesar Rp 13,4 miliar, yang juga digunakan untuk operasional PD Pasar. Uang pencairan kredit tersebut kini diblokir oleh Dirjen Pajak, karena mempunyai tanggungan pajak sebesar Rp 17 miliar.

Saat ini tersangka Bambang, ditahan di cabang Rutan Kelas I Surabaya di Kejati Jatim untuk 20 hari ke depan.

( Sam/Jok )