BANYUWANGI, Petajatim.id. Kabupaten Banyuwangi terus melakukan berbagai inovasi di bidang pariwisata dan budaya. Salah satu hasil inovasi budaya, yang menarik perhatian publik adalah Banyuwangi Ethno Carnival.

Karena keunikannya pula Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI memasukkan Banyuwangi Ethno Carnival, sebagai salah satu Wisata Unggulan Indonesia 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam siaran persnya, Selasa, 2 Januari 2017 mengatakan, dalam buku ‘100 Wonder Calender of Event’ ada beberapa wisata unggulan yang nantinya akan diselenggarakan pada 2018 tahun ini.

Pertama, kata Arief, adalah Java Jazz,merupakan pesta musik jazz Internasional yang sering mengundang penyanyi jazz dunia. Perhelatan musik Jazz ini, menjadi agenda rutin dan mampu menyedot wisatawan manca negara. Rencananya Java Jazz akan digelar pada Maret 2018 mendatang.

Kedua adalah Pesta Kesenian Bali. Festival ini mampu menyedot penikmat seni, dan merupakan festival seni terlama, terpanjang dan paling meriah. Seni tradisi ini, melibatkan ribuan seniman dari seluruh penjuru Pulau Dewata.

Ketiga, Jember Fashion Carnival (JFC). Festival ini sangat fenomenal karena selain unik, juga tak kalah menarik dari festival serupa yang ada di dunia seperti Rio Carnaval ( Brasil ), Noting Hill dan Vanesia yang ada di Italia.

Dikatakan Arief Jember Fashion Carnival akan digelar pada Agustus mendatang sebagai ajang fashion ekstravagansa yang akan ditampilkan sepanjang 3 kilo meter, sebagai tempat peraga bagi model untuk memamerkan hasil karya fashion-nya.

Selanjutnya, akan disusul penyelenggaraan Iron Man 70.3 Bintan, Festival Payung Indonesia, Sanur Village Festival, Karnaval Kemerdekaan, Grand Karnaval Indonesia dan Borobudur Marathon.

Sedangkan unggulan terakhir adalah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Melalui pagelaran ini, Banyuwangi akan menghadirkan karnaval etnik terbesar di Indonesia, dengan menyajikan keanggunan busana etnik nusantara dari berbagai suku, seperti Jawa, Madura, Padalungan, Bali, hingga Osing.

Nantinya, model yang berjalan memperagakan busana di jalan sepanjang 300 meter tersebut akan diiringi musik khas Banyuwangi, Gandrung Sewu. Rencanaya event ini akan dihelat pada 10 November 2018.