BANGKALAN, Petajatim.id. Aparat kepolisian bersama masyarakat tengah berupaya keras, memerangi maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang semakin meresahkan.

Kemarin, Rabu 6/9/2017, kakak beradik asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, yang tertangkap polisi karena  membawa barang haram berupa sabu seberat 1 kg,  dijatuhi vonis oleh hakim Pengadilan Negeri Bangkalan dengan hukuman 18 tahun penjara.

Oleh majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Bawono Effendi, terdakwa Putu Supartama (33) dan I Made Windu Sukarsa (28) terbukti melanggar pasal 112 ayat 2 juncto pasal 1, 2,3, UU No 35/2009, tentang narkotika.

Kasi Intel Kejari Bangkalan, Andi Surya Perdana, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa tuntutan terhadap kedua terdakwa tersebut sudah sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Mereka menjadi kurir barang haram narkoba jenis sabu-sabu.

“Acuan kami adalah fakta-fakta persidangan dan tingkat kesalahan kedua terdakwa,” kata Andi, seperti dikutip Jawa Pos Radar Madura.

Kedua tersangka, diringkus polisi pada 14/2/2017, lalu. Saat diringkus, mereka mengendarai Toyota Avanza putih nomor polisi DK 1999 BT, menuju Surabaya. Mereka dicegat di desa Petapan, Kecamatan Labang, Bangkalan. Diduga, mereka hendak mengantarkan barang haram tersebut kepada pemesan di Surabaya.

Saat diinterogasi polisi, mereka mengakui dan barang haram tersebut milik  seorang bandar besar warga Kokop, Bangkalan, berinisial SAH.

(Red)