Ilustrasi

 

SUMENEP, PETAJATIM.ID. Lahan yang direncanakan untuk bandara Kangean, Sumenep yang telah dibebaskan melalui APBD 2016 Kabupaten Sumenep senilai Rp 1 miliar dinilai mubazir.

Melansir dari Jawa Pos Radar Madura, Rabu, 21 Februari 2018, Anggota Komisi III DPRD Sumenep, M. Ramzi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, namun belum ada kepastian kapan Bandara Kangean akan dibangun.

Dikatakan Ramzi,  Dishub masih menunggu penentuan lokasi (penlok) dari Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ).

“ Tanah yang dibebaskan oleh Dishub tahun 2016 itu sudah tidak bisa dipakai, tidak sesuai dengan lokasi,” kata Ramzi, Selasa 20/02/2018.

Karena tidak ada kepastian, kata Ramzi, pembebasan lahan yang menghabiskan dana Rp 1 miliar tersebut dinilai sia-sia.

Pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep telah melakukan koordinasi dengan Dishub Jatim untuk melakukan pembebasan lahan ulang yang dibutuhkan. Namun hingga saat ini proses pembebasan lahan tidak bisa dilakukan, karena penlok dari Kementerian Perhubungan belum turun.

“ Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembebasan lahan Bandara Kangean. Jadi tahun ini kami belum bisa memiliki Bandara Kangean,” tegasnya.

Ditegaskan Ramzi, untuk proses pengadaan lahan, pihaknya akan mengawasi secara ketat, agar kasus pengadaan lahan seperti tahun 2016 tidak kembali terulang.

“ Saya tidak mau seperti kemarin. Dinas sudah menentukan lokasi, di sini tidak bagus Pak. Sudah dianggarkan, ternyata lokasinya salah,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumenep Sustono mengungkapkan dirinya belum berkomunikasi dengan Dishub Provinsi terkait cocok tidaknya lahan yang sudah dibebaskan untuk Bandara dua tahun silam.

( Sam/Jok )