Sampang, petajatim.id. Mantan karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sampang,  Samsul Arifin, yang terlibat kasus pembobolan dana nasabah beberapa waktu lalu, diganjar hukuman 5 tahun 6 bulan penjara. Sementara, Yogi selaku teller pada kantor teras BRI Unit Batu, Lengger, Kecamatan Sokobanah, diganjar 4 tahun 6 bulan penjara.

Kedua terdakwa diganjar hukuman yang berbeda, mengingat peran masing-masing.

“ Yang menikmati uangnya SA. Kalau YS hanya membantu,” kata Kasipidsus Kejari Sampang, Yudie Arieanto.

Selain itu, kata Yudie, Samsul juga harus mengganti uang kerugian sebesar Rp 1.8 miliar, sebab dia menggunakan uang hasil pembobolan. Sementara untuk Yogi tidak diwajibkan mengganti uang kerugian, karena perannya hanya sekedar membantu.

Jika, nantinya Samsul tidak mengganti uang kerugian, maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama satu tahun.

“ Keduanya kita tuntut dengan pasal 2 ayat 1, tentang Tindak Pidana Korupsi,” paparnya.

Diketahui, Samsul Arifin, yang saat itu menjabat Funding Officer (FO) Bank BRI Cabang Sampang, melakukan tindak pidana pembobolan dana milik 32 orang nasabah Bank BRI Sampang.

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa sejak tahun 2015, dan uang nasabah yang berhasil dibobol secara keseluruhan mencapai Rp 6 miliar.

( red )