Sampang, Petajatim.id. Kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi pekan lalu, akhirnya tertangkap, setelah pelaku sempat kabur keluar kota.

Menurut Kapolres Sampang,  AKBP Tofik Sukendar, S.I.K, saat press release, Kamis, 2/11/2017, mengatakan, pada tanggal, 20 Oktober 201, pihaknya berhasil menangkap pelaku pencabulan anak dibawah umur, berinisial AH (21) tahun, asal Jl. Mutiara, Desa Baruh, Sampang.

“Tersangka AH, sempat kabur ke luar kota untuk menghindari kejaran polisi terhadap dirinnya. Ketika diinterogasi, ia mengaku merasa takut terhadap keluarga korban, yang menurut dia akan memukul dan akan menganiyaya dirinya,”ujar Tofik.

Sebagai Barang bukti (BB), lanjut Tofik, sudah diamankan baju lengan panjang warna putih, celana jin warna biru dan jilbab warna warni.

Tersangka mengakui dan menyesal atas perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“ Tersangka kami jerat dengan pasal 285 KUHP, yaitu tindak pidana pemerkosaan dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara,”jelas Kapolres.

Kronologi kejadian menurut pelaku, ia bertemu korban inisial DW. Saat itu tersangka melihat korban pingsan tidak sadarkan diri di jalanan, sekira pukul 24.00 WIB, bersama temannya, dan diantar ke rumahnya Jalan Mutiara.

Pelaku sempat memberi air putih kepada korban, karena korban sedang  tidak sadarkan diri. Tak berapa lama, korban siuman.

Pelaku mulai tertarik dengan korban, dan saat itulah peristiwa pencabulan terjadi.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat Sampang untuk lebih berhati hati, mengingat akhir akhir ini, marak kasus pencabulan di Sampang. Jangan mudah terbujuk rayu oleh orang yang baru dikenal.

(aji/red )