SAMPANG, Petajatim.id. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang bekerja di luar negeri banyak yang tidak terdeteksi oleh pemerintah Daerah dikarenakan TKI keberangkatannya dilakukukan dengan cara ilegal.

Terbukti terhitung di tahun 2017 banyak warga asal kabupaten Sampang yang dideportasi ataupun yang di pulangkan dalam keadaan meninggal dari luar negeri sehingga Pemerintah Daerah tidak bisa berbuat banyak, jika terjadi kasus yang menimpa TKI asal Sampang yang bekerja di luar negeri.

Ketika hal ini dikonfirmasi, Kepala Bidang Penempatan dan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang, Bisrul Hafi mengungkapkan, sebanyak 35 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sampang, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia pada tahun 2017.

“TKI meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, sakit, dan kasus tindak kriminal pembunuhan,” ungkapnya di ruang kerjanya, Senin (29/01/2018).

Bisrul Hafi mengatakan, status 35 TKI yang meninggal dunia tergolong ilegal. Mereka mayoritas bekerja di negara tetangga Malaysia.

“Umumnya, warga Sampang bekerja di Malaysia dari daerah Pantura, Sekitar 90 persen warga Sampang yang bekerja di sana rata-rata berstatus ilegal,” ujarnya.

Sedangkan mereka berangkat dengan cara ilegal, bekerja lalu meninggal dunia di wilayah perantauan serta tidak mendapat apa-apa dari pemerintah.

“Apabila berangkat dengan cara legal, pemerintah dapat memberikan suatu jaminan perlindungan kepada TKI yang ada di luar Negeri,” imbuhnya.

Bisrul berharap, kepada calon TKI yang mau bekerja di luar negeri secara legal, dan kami bantu sesuai aturan atau proses yang ada dan bisa terpantau.

(Aj).