Petajatim.id. Arogansi Korea Utara semakin terlihat, dengan tidak diindahkannya tekanan dunia, untuk membatalkan uji coba intercontinental ballistic missile (ICBM). Meski Korea Utara belum menentukan sasaran, namun rencana uji coba tersebut mengakibatkan kekhawatiran sejumlah negara.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu, Duta Besar Korea Utara untuk Swiss, Han Tae-song mengatakan, bahwa negaranya, akan menyiapkan paket kejutan untuk AS. Akibat pernyataan Han Tae-song tersebut, memicu aksi anti Korea Utara.

Tak mau mengambil resiko atas sikap Korea Utara tersebut, kemarin, Jumat,08/09/2017, Meksiko mengusir Dubes Korut, Kim Hyong-gil. Pemicunya adalah sikap Korea Utara yang melakukan uji coba bom hidrogen atau termonuklir, Minggu (3/9).

“Kami mem-personanon-grata kan Dubes Kim Hyong-gil, terkait uji coba nuklir Korut. Kim punya waktu 72 hari untuk segera berkemas dan meninggalkan negara ini,” demikian pernyataan resmi Pemerintah Meksiko, Jumat, 08/09/2017.

Boikot terhadap Korea Utara, juga terjadi di kawasan Uni Eropa. Inggris menyatakan dukungannya terhadap rencana Uni Eropa (UE) untuk mengusir seluruh pekerja berkewarganegaraan Korea Utara.

“Banyak hal yang kami sepakati terkait hal itu (pengusiran terhadap pekerja asal Korea Utara),” kata  Menteri Luar Negeri Boris Johnson, usai menghadiri pertemuan dengan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa, di Kota Tallin, Estonia.

Menurut Johnsaon, Uni Eropa mengambil kebijakan tersebut, setelah Pyongyang tidak mengindahkan saran dunia untuk membatalkan uji coba nuklir.

Korea Utara, telah melakukan uji coba nuklir untuk kali keenam. Jika dibandingkan uji coba nuklir sebelumnya, uji coba bom termonuklir dii fasilitas nuklir Punggyeri itu yang paling mengerikan.

“ Kita harus lebih kuat menekan Pyongyang agar menghentikan program nuklirnya,” Kata Johnson.

(AFP/Reuters/BBC/CNN)