Ilustrasi kegiatan pembelajaran di pesantresn

JOMBANG, PETAJATIM.ID, Penggunaan aplikasi teknologi informasi dan komuniasi di lingkungan pesantren sudah saatnya dimaksimalkan untuk proses pembelajaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Tenaga Kerja, M. Hanid Dhakiri dalam keterangan tertulis, Minggu, (04/03/2018).

Menaker Hanif Dhakiri (ft. Saibumi.com)

Hanif menilai, pembelajaran melalui teknologi digital harus dibangun did pesantren, agar para santri bisa memanfaatkan kemajuan teknologi digital secara positif.

“ Sudah saatnya pendidikan di pesantren, memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Banyak platform media sosial yang dapat digunakan sebagai media pendidikan yang kreatif dan inovatif,”kata Hanif.

Saat ini, lanjut Hanif, sebanyak 143,26 juta orang (54,68 persen) dari 262 juta orang penduduk Indonesia mengakses internet. Hampir setengah dari pengguna internet tersebut adalah anak-anak muda berusia 19-34 tahun, dimana proporsinya mencapai 49, 52 persen dari total pengguna internet.

Ditambahkan menteri asal PKB tersebut, saat ini pihaknya sedang menggagas pelatihan berbasis komunitas yang berlokasi di pesantren.

( Sam/Jok )