Albert Einsten mengatakan, “Everybody is genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree if will life its whole life believing that it is stupid “ . Karyawan Perusahaan akan menghasilkan kinerja yang maksimal, jika berada di posisi jabatan yang sesuai dengan potensi unik yang ada pada dirinya. Michael  Schumacer, pembalap mobil formula 1 hanya akan berprestasi puncak jika berada di sircuit dengan jalan yang halus dan rata, dan akan gagal jika berada di jalan yang bergelombang.

Kinerja karyawan yang menurun, tidak hanya disebabkan oleh kompetensi, kepribadian, dan integritas, melainkan kesalahan dalam menempatkan karyawan tersebut. No one is perfect, yang ada setiap orang adalah pembelajar yang baik. Penentu keberhasilan karyawan mencapai kinerja optimal, adalah kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan dan passion mereka, atau dikenal dengan job matching.

Permasalahan yang timbul hampir di semua perusahaan adalah hasil assessment belum bisa menjawab kebutuhan untuk job matching dan bagaimana mengembangkan karyawan. Di sisi lain seringkali terjadi bias antara hasil assessment dengan kondisi riil di lapangan.

Pimpinan dengan experience tinggi gagal asesment untuk menempati posisi tertentu dengan predikat tidak disarankan. Permasalahan berikutnya adalah, mau diapakan ? Ditambah lagi tidak tersedianya data yang akurat atau hasil analisis yang dapat dijadikan rujukan dalam pola pengembangan karyawan dan pembentukan tim agar kinerja unit kerja meningkat.

Leadership Endurance Test (LET),hadir untuk melengkapi asesmen yang telah ada dan diharapkan keberadaannya menyempurnakan berbagai alat asesmen yang telah dilakukan selama ini. LET hadir mengabdikan diri membantu perusahaan menyiapkan dirinya menghadapi tantangan organiasi ke depan dengan basis strategi yang tepat dan berkelanjutan, serta menyiapkan SDM dengan endurance yang tinggi. SDM dengan endurance yang tinggi adalah SDM tangguh yang mampu menghadapi turbulensi tekanan-tekanan yang terus meningkat, dan menemukan solusi efektif menghadapi tekanan tersebut.

Dengan demikian solusi LET bagi perusahaan adalah :

  1. Optimasi pemanfaatan potensi SDM
  2. Menempatkan SDM yang tepat pada posisi yang tepat.
  3. Menempatkan SDM yang mengejar kinerja dengan passion tinggi.

Endurance yang diukur dalam LET, adalah wujud dari kemampuan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam menghadapi tekanan atau permasalahan yang tercermin dalam prilakunya, termasuk solusi yang dibuat, dan kemampuan setiap orang dalam melaksanakan tugas dan tangung jawab menghadapi tekanan-tekanan atau permasalahan atau tekanan yang tercemin dalam prilakunya, termasuk solusi yang disebut Endurance Individu (EI). Endurance ditentukan oleh minimal tiga faktor yaitu kompetensi, kepribadian dan value hidup.

Kompetensi merupakan kemampuan dalam berbagai aspek, yaitu kemampuan teknis, manajerial, kepemimpinan dan kompetensi lainnya. Kompetensi tersebut hanyalah berupa potensi yang dimiliki oleh SDM tersebut. Potensi seseorang hanya akan bermanfaat bagi perusahaan jika diaktualisasikan menjadi endurance.

Untuk mendapatkan SDM yang sesuai pada  suatu posisi jabatan maka, setiap posisi jabatan harus dibuat persyaratan minimum yang dibutuhkan untuk memangku jabatan tersebut yang disebut Endurance Minimum Jabatan (EMJ) .

Bobot EMJ berbeda antara perusahaan dengan perusahaan lainnya, dan juga berbeda antara   satu jabatan dengan jabatan lainnya dalam perusahaan yang sama. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik bisnis perusahaan, perbedaan tugas dan tanggung jawab jabatan pada masing-masing perusahaan.

Selain itu juga dipengaruhi oleh faktor geografis, kultur dan dinamika tantangan eksternal yang dihadapi . Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab  pejabat akan menjadi optimum jika terjadi kesesuaian endurance minimum jabatan (EMJ) dengan endurance individu (EI) pemangku jabatan atau disebut dengan Job Matching 

Endurance Individu didapatkan dari assessment terhadap kemampuan menghadapi berbagai jenis tekanan (endurance tekanan) dan kemampuan mendapatkan solusi yang efektif (endurance solusi) dalam menyelesaikan permasalahan.

Karena perbedaan karakteristik perusaaan, maka metode analisis dan assessment LET berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

TEKANAN LET

Secara garis besar, setiap SDM menghadapi 3 tekanan, yaitu tekanan resiko, eksternal dan internal, dan masing-masing kelompok tekanan dijabarkan menjadi 3 tekanan.

  • Tekanan risiko terdiri dari (1) risiko bisnis, (2) risiko jabatan (3) risiko individu
  • Tekanan eksternal terdiri dari (1) perubahan lingkungan usaha, (2) persaingan bisnis, dan (3) kekuasaan.
  • Risiko internal terdiri dari (1) target perusahaan (2) atasan (3) pribadi.

Tekanan risiko bisnis adalah tekanan yang terjadi untuk menghindari dan mengelola risiko bisnis yang diperkirakan terjadi, dapat diukur secara nyata, dan berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Tekanan risiko jabatan adalah tekanan yang terjadi dalam memilih alternatif keputusan terbaik dalam koridor ketentuan dan kewenangan jabatan. Risiko jabatan yang mungkin terjadi, dapat berupa penilaian terhadap kinerja, mutasi, penurunan jabatan, remunerasi, bahkan dapat berupa sangsi berat.

Tekanan individu adalah tekanan yang bersumber dari pengambilan keputusan yang terkait pada jabatan, namun belum ada aturannya atau belum jelas aturannya dan berpotensi berdampak pada risiko yang ditanggung secara individu berupa risiko hukum dan atau nama baik.

Tekanan perubahan lingkungan usaha, adalah tekanan yang bersumber dari pengambilan keputusan karena berubahnya lingkungan usaha yang berlaku pada semua sektor bisnis yang umumnya bersifat makro, seperti inflasi, nilai tukar, perubahan harga komoditas, perubahan politik serta hal-hal lain yang bersifat makro.

Tekanan persaingan bisnis, adalah tekanan yang terjadi karena dinamika persaingan bisnis dalam sektor bisnis yang sama dan atau terkait. Tekanan tersebut dapat bersumber dari masuknya pesaing baru, gerakan pesaing yang sudah ada, perubahan peraturan perundang-undangan,  teknologi, kebijakan pemerintah dan lain-lain

Tekanan kekuasaan adalah tekanan yang bersumber dari kekuasaan untuk mengambil keputusan yang terkait dengan kewenangan namun bertentangan dengan GCG, peraturan perundang-undangan, dan/atau bukan merupakan tugas dan tanggung jawab pejabat tersebut. Tekanan kekuasaan dapat bersumber dari “kerabat” atasan, pejabat pemerintah, anggota DPRD/DPR, penegak hukum, partai politik, orang dekat kekuasaan, LSM, Ormas, Media/dan atau tokoh masyarakat.

Tekanan target, adalah tekanan yang bersumber dari target pemegang saham dan atau atasan yang dijadikan sebagai penilaian kinerja yang dituangkan dalam bentuk KPI (key Performance Indicators) perusahaan, unit dan atau individu.

Tekanan atasan adalah tekanan yang bersumber dari atasan langsung dan atau atasan tidak langsung (kerabat atasan, atasannya atasan, dan atau afiliasi atasan) untuk memanfaatkan kewenangan yang tidak sesuai dengan GCG dan atau bertentangan peraturan perundang-undangan, dan atau  bukan merupakan tugas dan tanggung jawab sesuai posisi jabatan yang ditempati.

Tekanan pribadi, adalah tekanan yang bersumber dari keluarga dan atau kerabat untuk memanfaatkan kewenangan demi kepentingan pribadi. Kepentingan pribadi dapat berupa untuk dinikmati sendiri, keluarga dan atau kerabat dengan memanfaatkan kewenangan yang dimiliki sesuai jabatan yang ditempati.

Pengukuran endurance individu pada masing-masing variabel diukur dengan bobot 1 sampai 9 untuk masing-masing endurance tekanan dan endurance solusi . Dengan demikian, terdapat 162 variasi bobot endurance individu yang dianalisis.

Metode yang digunakan dalam asesmen LET, terdiri dari ofline dan online yang terdiri dari 6 tools yaitu : Endurance Responsiveness Assessment (ERA), Endurance Awareness Assessment (EAA), Endurance Managerial Assessment (EMA), Endurance Open Assessment (EOA), Endurance Behavioral Assessment (EBA), dan Endurance Solution Strive Assessment (ESSA).

Tools Leadership Endurance Test ini disusun dengan penuh kesungguhan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dan sesuai dengan standard psikometri dan kamus kompetensi Leadership Endurance yang telah diverifikasi oleh Prof. Dr. Asmadi Alsa, SU, Guru Besar Psikometri, Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dan Prof. Dr. Cholichul Hadi, M.Si, dari Fakultas Psikologi UNAIR Surabaya.

Tujuan Leadership Endurance Test adalah :

  • Mengetahui endurance masing-masing SDM dalam menghadapi tekanan dan menemukan solusi efektif
  • Menempatkan SDM sesuai karakteristik endurance tekanan dan solusi yang dimiliki, serta
  • Program pendidikan dan pelatihan SDM yang sesuai untuk meningkatkan endurance

Leadership Endurance Test menghasilkan 7 (tujuh) out put yaitu :

  1. Jenis dan bobot endurance yang terdapat pada masing-masing posisi jabatan sesuai tugas, tanggung jawab dan tantangan yang dihadapi .
  2. Jenis dan bobot endurance pengaruah faktor geografi, kultur, dan karakteristik bisnis masing-masing daerah
  3. Bobot dan peringkat endurance yang paling berpengaruh pada masing-masing jabatan.
  4. Endurance individu berupa hasil assesmen endurance masing-masing individu.
  5. Profil Endurance Individu untuk job matching.
  6. Peringkat kesesuaian jabatan, untuk masing-masing individu sesuai hasil job matching antara EMJ (endurance minimum jabatan) dengan EI (endurance individu)
  7. Peringkat kesesuaian calon untuk masing-masing jabatan sesuai hasil job matching jabatan.

Dari hasil LET, para pengambil keputusan dapat dengan mudah mengambil keputusan yang tepat untuk  :

  1. Penempatan SDM pada posisi jabatan, yang menyebabkan endurance optimum dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
  2. Memilih SDM yang endurance tertinggi pada masing-masing jabatan, dan
  3. Menata tim untuk menutupi kekurangan atau kelebihan endurance pejabat pada posisi yang akan ditempati.

Tim Leadership Endurance Test, terdiri dari para profesional yang sudah berpengalaman

  1. Ir. Muhammad Said Didu M.Si. IPU ( Founder and Master LET )
  2. Yanti Febriana Anggiesta S.Sos (Direktur Utama LET, PT. Dirga Cahaya Abadi Anugerah)
  3. Drs. A. Fauzan Asmara, MM ( Ketua Tim Assessor LET )
  4. Ayi Tejaningrum, SE, MT (Ketua Tim Assessor LET)
  5. Nurus Sa’adah , S.Psi, M.Si, Psikolog (Assessor LET)
  6. Ayu Dwi Nindyati, M.Si, Psikolog (Assessor LET)
  7. Ratna Sesotya W, S.Psi, Psikolog (Assessor LET)
  8. Bayu Asri Gusnindar, S.Psi, Psikolog (Assessor LET)

KLIEN

  1. Pupuk Sriwijaya Palembang
  2. Bank BTN Persero, Tbk
  3. Perikanan Indonesia
  4. Semen Indonesia
  5. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  6. Perum Jamkrindo
  7. Perikanan Nusantra (Persero)

PT. DIRGA CAHYA ABADI ANUGRAH

Villa Pamulang, Blok CH 8, No. 17, Tangerang Selatan

Telpon (021) 29237340, 74713126, Fax (021) 29237341

Email. [email protected]rgacahyaabadi.com