Kades sSntigi Bahmid Nawir di tetapkan sebagai tersangka penyelewengan dana desa Tahun 2017

 

TOLITOLI, Setelah dilakukan penyelidikan dan cukup bukti terjadi tindak pidana korupsi, akhirnya Kejaksaan Negeri Cabjari Laulalang, Tolitoli, menahan  Bahmid Nawir, Kepala Desa Santigi.

Bahmid Nawir, diduga melakukan tindak pidana korupsi DD dan ADD tahun 2017 sebesar Rp 90 juta.

Penyelidikan tersebut dilakukan sejak Bulan Februari 2018 bersama tim ahli dari Kejaksaan, berdasarkan laporan dan pengaduan warga, dan langsung ditindak lanjuti.

Berdasarkan penyelidikan lapangan, Kejaksaan Negeri menemukan dua alat bukti yang cukup, serta keterangan saksi dari warga desa setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri, Cabjari Laulalang Adief Swandaru, SH, mengatakan, bahwa proses penetapan Bahmid sebagai tersangka, setelah selama dua bulan mempelajari dan mengumpulkan bukti-bukti.

Setelah ditemukan dua alat bukti, pada Rabu, 4 April 2018, pukul 15.30, akhirnya Kejaksaan Negeri menetapkan Bahmid Nawir sebagai tersangka, karena penyalah gunaan dana desa tahun 2017, yakni pembelanjaan yang tidak sesuai, dan setelah dilakukan penghitungan terdapat kerugian negara sebesar Rp 90 juta.

“ Bahmid sudah kami tetapkan sebagai tersangka, atas dugaan korupsi DD dan ADD 2017 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 90 juta,” kata Adief Swandaru.

Dalam perkara tersebut, Bahmid Nawir mengakui perbuatannya, dan dilakukannya tidak sendirian, namun ada pihak lain yang juga terlibat. Dan saat ini Cabjari masih melakukan penelusuran terkait kemungkinan adanya tersangka lain.

Atas perbuatannya, Bahmid akan dikenakan pasal 20 Tahun 2001 atas perubahan UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman seumur hidup atau paling singkat kurungan badan empat tahun.

( Minhar, Biro Tolitoli )