TOLITOLI, Tim Gabungan yang terdiri Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan bersama Polres Tolitoli, melakukan Inspeksi Mendadak ( Sidak ) pada Selasa (3/04/2018) ke sejumlah swalayan, toko dan distributor untuk mengecek produk ikan kemasan dalam kaleng dari berbagai merek yang diduga mengandung cacing parasit.

Tujuan dari sidak tersebut untuk mengantisipasi produk makanan dalam kaleng yang mengandung cacing.

Dalam sidak bersama, yang dilaksanakan tim gabungan tersebut, menyasar ke sejumlah swalayan yang ada di Tolitoli, diantaranya Swalayan Palapa, Swalayan Mulia, dan swalayan Aneka. Sedangkan untuk toko tim gabungan mendatangi Toko Murah, Toko Sinar Indah, Toko Asia Raya, serta Toko Cahaya Nur dan satu distributor Unilever dan Indofood.

Menurut tim dari Dinas Perdangan, bahwa informasi produk makanan kaleng siap saji jenis sarden yang mengandung cacing, sudah menjadi isu nasional. Untuk itu, pihaknya bersama tim gabungan dari instansi terkait, dirasa perlu melakukan sidak di beberapa pusat perbelanjaan, toko, maupun agen makanan kaleng.

Saat dilakukan razia di swalayan palapa di jalan Magamu, Kelurahan Baru, tim gabungan menemukan dua dos biskuit chese chookies yang sudah kedaluarsa dan langsung disita tim gabungan.

Kemudian tim gabungan bergerak ke Toko Murah di kawasan jalan Sultan Hasanudin Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan.

DI toko ini, tim gabungan menemukan susu kaleng, biskuit kaleng, dan susu kotak yang sudah kedaluarsa dan masih dijual bebas oleh sang pemilik toko. Terhadap barang kadaluwarsa tersebut, tim langsung melakukan penyitaan.

Sementara di swalayan Aneka yang beralamat di Jalan Usman Binol Kelurahan Baru, tim gabungan lagi-lagi menemukan produk kedaluarsa berupa empat bungkus besar sereal gold rasa coklat, enam bungkus masako rasa sapi, dan empat kaleng minuman dingin teh tarik.

Sedangkan di Toko Asia Raya di jalan Saputan Raya Perumnas Kelurahan Baru, tim gabungan memeriksa berbagai jenis makanan dan kembali menemukan 28 bungkus nescafe kemasan warna merah, serta satu dos supermi yang sudah kedaluarsa.

Di toko Asia Raya pemilik toko sempat bersitegang dengan petugas gabungan dikarenakan pemilik toko ditegur untuk tidak mencampur makanan kedaluarsa di beberapa tumpukan dus makanan yang masa berlakunya masih layak untuk dikonsumsi, dan diberikan teguran keras oleh petugas dari Polres Tolitoli agar pemiliknya menyingkirkan barang kedaluarsa tersebut ketempat lain.

Namun untuk ketiga toko, masing-masing Toko Sinar Indah, Toko Cahaya Nur, dan Swalayan Mulia petugas tidak menemukan makanan dan minuman berkedaluasa.

Dalam Sidak tersebut Tim gabungan diwakili Apnan mewakili Dinas Kesehatan, Jumria dari Dinas Perdagangan, Budianto dari Dinas Perikanan serta Polres Tolitoli yang dipimpin langsung Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Al Qudusy bersama jajarannya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Tolitoli menghimbau kepada masyarakat untuk mengetahui tanggal kadaluwarsa makanan dan minuman dalam kemasan itu, selain merugikan juga akan berdampak pada kesehatan.

“ Dalam membeli produk makanan kaleng siap saji, konsumen harus melihat kondisi fisik produk yang beredar di pasaran, sehingga tidak merugikan diri sendiri,” tandasnya.

( Minhar, Biro Tolitoli – Sulteng )