Jakarta, petajatim.id. Kekerasan terhadap murid kembali terjadi. Seorang guru SMP di Pangkal Pinang, yang menghajar muridnya hingga babak belur di dalam ruang kelas viral di media sosial.

Akibat kelakuan brutal guru tersebut, memancing reaksi banyak pihak, termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi.

“ Sangat disesalkan, dan harus ditelusuri,” kata Muhadjir saat dikonfirmasi petajatim.id, Senin, 06/2017.

Muhadjir mengatakan bahwa dirinya belum tahu persis peristiwa tersebut. Meski demikian, ia meminta pihak kepolisian serta institusi pendidikan di wilayah peristiwa tersebut terjadi untuk mengusut tuntas kasus yang telah mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Seperti berita yang beredar, seorang guru menghajar muridnya di ruangan kelas, saat jam pelajaran berlangsung.

Menurut informasi, guru tersebut tersulut amarahnya, ketika korban, memanggilnya hanya dengan sebutan nama, tidak menggunakan pak. Merasa tersinggung, dan dianggap kurang ajar, guru tersebut lantas menghadiahi korban dengan bogem mentah bertubi tubi.

Murid lain, yang berusaha melerai, pun turut menjadi sasaran bogem mentah, dan keduanya babak belur akibat aksi brutal tersebut.

Mensikapi tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara.

Retno Listyarti, komisioner KPAI bidang pendidikan, lewat keterangan tertulis yang dikirim ke berbagai media, mengutuk keras tindakan guru yang dinilainya sudah  melakukan tindakan di luar batas moral maupun etika seorang guru.

“ Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekedar ditampar, tetapi siswa tersebut juga dibenturkan ke dinding,” kata Retno.

Ia menambahkan, pihaknya akan mendorong untuk dilakukan investigasi terhadap aksi kekerasan yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang guru, apalagi di ruang kelas saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.

(wid/jok)