SAMPANG, PETAJATIM.ID,  Lagi – lagi, RSUD Sampang, Madura, Jawa Timur disorot tentang dugaan anggaran uang harian perjalanan dinas sopir ambulan yang diduga  disunat oleh pihak RSUD setempat.

Saat dikonfirmasi, Karim (43), salah satu mantan driver ambulan RSUD yang merasa dirugikan dengan masalah dugaan pungli jasa anggaran perjalanan dinas,menjelaskan sejak dirinya di pindah ke RSUD Sampang tahun 2015 Sampai 2017 menjadi driver ambulan RSUD Sampang, haknya dalam jasa harian perjalanan dinas ada potongan dari 5 %-10%. Dan itu tidak pernah di jelaskan untuk peruntukan apa, sehingga yang diterima uang tidak sama dengan yang tertera di bukti penerimaan uang harian.

“Saya merasa di rugikan dengan adanya potongan yang tidak jelas ini mas dan saat di tanya ke bagian yang menangani hal tersebut, banyak alasan, yang tidak masuk akal,” jelasnya kepada Petajatim.id,  sambil menunjukkan bukti – bukti, Senin (5/2/2018).

Terpisah, Kepala Instalasi ambulance RSUD Sampang, Imam Raharjo saat di konfirmasi mengatakan, setiap perjalanan dinas ada honornya kalau di dinas lain langsung di bayarkan tetapi di RSUD menerimanya tiap bulan.

“Berapa kali yang melakukan perjalanan dinas ke luar kota atau dalam kota,tingggal dikalkulasi,”  tuturnya.

Saat ditanya terkait dugaan pemotongan honor supir ambulan, imam panggilan akrabnya membenarkan  potongan itu, dirinya tidak tahu, tidak ada kejelasan, untuk apa potongan tersebut.

Sementara Humas RSUD Sampang Dr. Yuliono saat di konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan dirinya belum tahu terkait adanya hal seperti itu. Ia mengaku tidak pernah ada laporan adanya pemotongan honor perjalanan dinas driver.

“ Karena itu bukan bagian kami, itu bagian keuangan tetapi saya akan menindak lanjuti masalah ini dan mau mencari tahu tentang kebenaran hal tersebut,” jelasnya.

( Aji )