ft. istimewa

 

SUMENEP, PETAJATIM.ID.  Panen raya jagung yang merupakan program kemitraan pengembangan jagung hibrida dan gerakan tanam serentak kedelai Kabupaten Sumenep di desa Sentol Dejeh, Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, langsung di hadiri oleh Dirjen Tanaman pangan Dr Ir Sumardjo Gatot Irianto, MS. AA.

Hadir dalam acara panen raya Jagung Hibrida, Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi, Bupati Sumenep Dr KH. A Busyro Karim M.Si, Forpimda Kabupaten Sumenep, para OPD para camat se Kabupaten Sumenep dan Kepala desa se kecamatan Pragaan,  3000 petani.

Bupati Sumenep Dr. KH. A Busyro Karim menyampaikan agar petani di Kabupaten Sumenep harus merubah cara berfikirnya dengan bertani untuk berbisnis.

Titik sasaran pengembangan jagung di sesuaikan dengan lahan tanam di Kabupaten Sumenep yang dulunya petani tanam  jagung lokal 70 persen dan jagung hibrida 30 persen, sehingga pemerintah memberikan pemahaman agar supaya pola pikir para petani agar supaya bisa berbisnis maka perubahan itu dari tanam jagung hibrida 70 persen dan jagung lokal 30 persen sehingga sangat menguntungkan para petani.

Disampaikan Busro,  terkait dengan kartu tani, bahwa sekarang semua petani sudah mempunyai kartu tani sehingga bisa di asuransikan, dan merupakan satu satunya kartu tani yang sudah mencapai 100 persen di Indonesia, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para petani di Kabupaten Sumenep.

Selain itu peran Babinsa dalam peningkatan produksi pertanian juga cukup berhasil dimana dari petani sudah terkumpul 105 ton jagung dari 6 kecamatan dengankisaran harga Rp 3.300.

“ Kepada Heksa Grop sebagai mitra yang menjamin pembelian hasil panen ini, semoga kerja samanya bisa berlangsung dan tentu saja kita berharap pembangunan yang lain  bisa di laksanakan dalam waktu dekat,” kata Busro.

Sementara itu Konjen Australia Mr Kris, sebagai konsul Australia yang pertama untuk Jawa Timur mengatakan, dirinya berterima kasih dan merupakan suatu kehormatan untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang pertanian dengan pelaku bisnis.

Tujuan pemerintah Australia memberikan bantuan, kata Mr. Kris,  untuk mendorong kemakmuran dan mengurangi kemiskinan serta menciptakan stabilitas.

 

” Lebih dari 22 ribu petani kecil mengalami peningkatan pemasukan  300 persen dan program ini membantu peningkatan produksi jagung, memperluas jaringan dengan melibatkan sektor swasta,” papar Mr Kris.

Dalam kesempatan yang sama, Aster TNI,  Mayjen TNI Supartodi menyampaikan, kemitraan antara TNI dengan pemerintah dalam sektor pertanian dan dengan pelaku pertanian perlu ditingkatkan agar supaya pencapaian produksi semakin meningkat.

Mayjen TNI Supartodi menyampaikan pula kepada Kapolres Sumenep agar supaya nanti kalau ada tengkulak yang bikin ulah langsung di tangkap dan di proses agar petani bisa menikmati harga yang sudah di sesuaikan oleh pemerintah.

( Syam )