BENGKAYANG – KALBAR, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot mengedepankan kampanye yang mendidik, santun dan cerdas.

Hal tersebut diungkapkan oleh pasangan nomor urut 2 itu saat pengukuhan tim Kampanye di Hotel Lala Golden Bengkayang Kamis (5/4).

“Kita harus kedepankan kampanye yang mendidik, santun, dan cerdas. Ikut dan patuhi aturan KPU. Tujuan kita berkampanye ini agar masyarakat Kalimantan Barat maju dan sejahtera. Kita menang Pilgub, berarti kita memenangkan masyarakat Kalimantan Barat,” jelas Karolin.

Orasi Karolin sontak disambut massa dengan teriakan “Siap….”.

Karolin juga menyebutkan, majunya Suryadman Gidot dalam pilgub Kalimantan Barat 2018, merupakan sejarah besar bagi putra terbaik kabupaten Bengkayang.

“Sepanjang sejarah Bengkayang, baru kali ini bisa meloloskan warganya sebagai calon wakil Gubernur, jangan sampai torehan sejarah ini menuliskan kekalahan.

Justru sebaliknya, sejarah ini harus dituliskan dengan prestasi kemenangan masyarakat Bengkayang, sehingga ini harus diperjuangkan oleh tim pemenangan yang telah dikukuhkan ini,” katanya.

Selanjutnya, anggota DPR RI dua periode itu juga mengingatkan kader partai dan tim pemenangan di Bengkayang jangan sampai terlena dan merasa diatas angin. Justru sebaliknya, harus bisa bekerja lebih keras, lebih gigih untuk memaksimalkan suara di daerah ini.

Di tempat yang sama, calon wakil Gubernur Kalbar, Suryatman Gidot mengingatkan kepada tim pemenangan yang ada harus terlibat dalam menulis sejarah baru bagi Bengkayang dan Kalimantan Barat.

“Kita harus bersama-sama menulis sejarah baru bagi Kalbar, kita harus menuliskan ibu Karolin sebagai Gubernur perempuan pertama di Kalbar dan saya sebagai orang pertama di Bengkayang yang menjadi pemimpin Kalbar,” teganya.

Ketika kami dipercayakan masyarakat untuk memimpin Kalbar, dia memastikan akan mengakomodir semua suku dan agama yang ada di Kalbar.

“Kami adalah pasangan nasionalis, tentunya kami akan berkomitmen untuk mengakomodir semua suku, agama dan golongan, untuk melanjutkan pembangunan di Kalbar yang lebih baik,” jelas Gidot.

(Biro Kalbar)