Erfandi, SH, Kuasa Hukum Rasyid

 

SUMENEP, Didampingi kuasa hukumnya, pelapor adanya dugaan penggunaan ijazah palsu oleh seorang Kepala Desa aktif, kembali mendatangi Mapolres Sumenep, mempertanyakan kasus yang telah dia laporkan beberapa tahun yang silam.

Kedatangan Rasyid bersama tim kuasa hukumnya ke mapolres Sumenep, Senin (19/03) untuk   mempertanyakan perkembangan kasus pada pihak penyidik Polres Sumenep, dimana hingga saat ini tidak ada perkembangan.

Saat dijumpai di kantor polres Sumenep kuasa hukum pelapor membenarkan akan upaya kliennya untuk mempertanyakan perkembangannya.

Menurutnya informasi yang didapat dari penyidik patut di apresiasi setidaknya ada kemauan dari polisi untuk segera menuntaskan perkara ini.

“ Saya sebagai kuasa hukum pelapor akan menunggu tindak lanjut proses perkembangan kasus ini. Saya kira kasus ini sudah tidak wajar kalau dilihat dari lamanya proses yang sampai saat ini belum ada kepastian hukum, seolah olah pihak penyidik membiarkan kasus ini berlarut-larut, dan saya kira juga tidak etis karena kasus ini kan sudah dari tahun 2013 s/d 2018,  Sp2hp pun yang diterima terbilang 4 kali. Jadi kalau kita hitung kasus ini sudah sekitar hampir 5 tahun lamanya,”  kata Ervandi, SH, kuasa hukum Rasyid.

Dikatakan Rasyid,  terkait penaganan perkara tersebut,  juga disebutkan dalam PERKAP, kan bisa dilihat tingkat kesulitannya dimana.

“ Apakah kasus itu tergolong mudah atau kah sangat sulit..? Dan setiap perkembangan kasus itu tidak boleh melebihi dari 120 hari, karena 120 hari itu sudah masuk katagori kasus yang sangat sulit sementara kasus ini sudah hampir 5 tahun lamanya,” tuturnya

Fandi juga menambahkan, bahwa perkara yang sudah dilaporkan oleh kliennya ini sudah terbilang sangat lama sekali, namun bagaimanapun itu tetap saja perkara ini harus diselesaikan sampai tuntas.

Untuk itu, pihaknya sudah dua kali datang Mapolres  untuk menanyakan perkembangannya, namun kali ini atas inisiatif pelapor sendiri. Sebagai kuasa hukum, tentunya ia wajib mendampingi.

“ Alhamdulillah tadi sudah mendapatkan kepastian bahwasanya tidak akan lama lagi akan diadakan gelar perkara oleh penyidik Polres Sumenep. Jadi untuk sementara ini kami ikuti saja dulu arahan tersebut, sepanjang kasus ini benar-benar mau dijalankan, dalam artian tidak dibiarkan mengendap lagi. Kita tunggu, akan tetapi kalau dalam bulan ini kasusnya masih tetap tidak ada perkembangan,  maka kami akan melakukan upaya hukum ke Institusi yang lebih tinggi lagi mas, karena kasihan ini para pencari keadilan, “ sesalnya.

Perlu diketahui, seorang warga desa bulaan kecamatan batu putih kabupaten sumenep jawa timur telah melaporkan seorang warga yang juga saat ini menjabat sebagai kepala desa aktif, inisial ( n ), kepada SPKT polres sumenep pada tahun 2013 silam, dengan bukti lapor, Lp/279/X/2013/jatim/res.smp, tertanggal 28 oktober 2013.

Dalam laporannya, terlapor diduga telah menggunakan ijazah palsu pada pemilihan Kepala Desa beberapa tahun silam.

Terlapor saat ini menjabat sebagai kepala desa aktif di desa Bulaan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep,  dilaporkan oleh warganya karena diduga menggunakan ijazah palsu pada saat mendaftar sebagai bakal calon ( balon ), pada Jum’at tanggal 30 agustus 2013.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian hukum yang ditangani oleh polisi.

( Mrw/tim )