Surabaya, petajatim.id. Tarif pelayanan jasa kapal dan barang di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kini lebih kompetitif dibanding tarif pelayanan sejenis di Singapura.

CEO Pelindo III, IGN Askhara Danadiputra mengatakan hal tersebut, dalam rilis yang diterima media, Rabu, 18/11/2017.

Ia menambahkan, total biaya secara keseluruhan pelabuhan mulai jasa kapal, penanganan peti kemas, atau Container Handling Charge (CHC) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kini lebih rendah 57 persen dari pelabuhan di Singapura. Artinya, mengenai tarif pelayanan jasa lebih kompetitif

“ Dengan selisih tarif tersebut diharapkan bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi pelabuhan Tanjung Perak untuk memperoleh pangsa pasar yang lebih luas dalam penanganan jasa kepelabuhanan,” tutur Askhara.

Biaya kompetitif ini, lanjutnya, bisa dilihat dari peti kemas dengan muatan 1.930 boks dan dengan kinerja Box Ship Hours (BSH) sebesar 50 boks per jam, maka pengguna jasa, dikenakan total biaya oleh Pelabuhan Tanjung Perak sebesar Rp 2,61 miliaran.

“ Sedangkan di pelabuhan Singapura, maka pengguna jasa dikenakan total biaya sebesar Rp 3,6 miliar,” tambahnya.

Meski begitu, tambahnya, pelabuhan Tanjung Perak perlu ditingkatkan dan diperbaiki agar mampu bersaing dengan pelabuhan – pelabuhan besar lain, seperti penataan alih muat atau proses bongkar muat peti kemas dari kapal ke area penumpukan hingga waktu tunggu kapal.

“ Dukungan dari Pemerintah juga diharapkan agar biaya operasional pelabuhan secara keseluruhan bisa ditekan,” pungkasnya.

(Rud/Jok)