SAMPANG, Petajatim.id, Pemberdayaan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sampang, belum sesuai yang diharapkan.

Hal ini terlihat dari jumlah pelaku usaha UMKM yang ada di Sampang sebanyak 27 ribu, baru sekitar 280 UMKM yang menerima pembinaan terkait masalah kualitas kuantitas produk. Artinya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang.

Dilansir dari harian Kabar Madura, anggaran pembinaan produk UMKM yang disediakan Diskumnaker masih sangat terbatas, berkisar Rp 140 juta. Dari total anggaran tersebut, 90 persen telah terserap untuk kegiatan pembiayaan pembinaan UMKM.

Saat ini, pembinaan dan pengembangan produk UMKM yang berkaitan dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas hasil produk hanya terfokus bagi pelaku UMKM di setiap kecamatan yang sudah memiliki produk unggulan, namun terkendala dengan akses pemasaran.

“ Hanya sebanyak 20 pelaku UMKM di setiap kecamatan yang mendapat pembinaan pengembangan produk di tahun 2017,” kata Kepala Bidang Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro, Mada Ningsih, sebagaimana dikutip dari Kabar Madura.

Untuk itu, Diskumnaker Sampang, nantinya akan mencari formula yang tepat agar pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sampang bisa lebih optimal seperti yang diharapkan.

( Yon/red )