Pemprov Jatim Anggarkan 100 M untuk Pacitan

Gubernur Jatim Soekarwo (dok Jurnal3.com)

 

SURABAYA, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), mengapresiasi kinerja Gubernur H. Soekarwo dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur.

Menurut Soekarwo, dalam rapat paripurna DPRD Jatim (2/4/2018) lalu, penurunan angka kemiskinan diklaim melebihi rata-rata  nasional.

Target selanjutnya Pemprov akan bekerja keras sehingga penurunan angka kemiskinan di Jatim menjadi 9,44 persen pada September 2018 mendatang.

Berdasarkan data, persentase penduduk miskin Jawa Timur per September 2017 sebesar 11,2 persen. Jika dikalkulasikan dengan angka, jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai 4.405.270 jiwa.

Jumlah tersebut menurun 211.740 jiwa, jika dibandingkan dengan Maret 2017 yang masih mencapai 4.617.010 jiwa.

“ Capaian ini melampaui target kimiskinan dalam RPJMD, yakni 11,80 -11,50 persen,” kata Soekarwo, dikutip dari Jawa Pos.

Dalam catatan Pakdhe Karwo, panggilan akrabnya, khusus kawasan perkotaan, secara keseluruhan persentase warga miskin mencapai 7,13 persen. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan periode Maret 2017 yang mencapai 7,87 persen.

Diungkapkannya, menurunnya tingkat kemiskinan tersebut disebabkan karena sejumlah program bisa berjalan dengan baik, diantaranya bantuan pangan, bantuan khusus siswa miskin, bosda madrasah diniyah, hingga program rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga menggulirkan program Jalinmatra, Anti Proverty Program, koperasi wanita dan pondok pesantren.

Tak hanya itu, program dari pemerintah pusat juga memiliki andil besar dalam menurunkan angka kemiskinan seperti Program Keluarga Harapan, Beras Sejahtera dan air minum serta sanitasi berbasis masyarakat.

Pakdhe Karwo optimis, tahun ini angka kemiskinan di Jawa Timur bisa menurun dari dua digit menjadi satu digit.

“ Untuk September, targetnya 9,44 persen,” ujar Pakdhe Karwo.

( Sam/Jok )