SURABAYA, Petajatim.id. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akhirnya memberi ijin operasional angkutan khusus online di sejumlah daerah.

Ijin operasional tersebut diberikan setelah melalui mekanisme perumusan yang melibatkan berbagai institusi seperti Pemprov Jatim, Kepolisian, Perusahaan jasa angkutan online serta perusahaan jasa angkutan konvensional.

“ Peresmian angkutan khusus online, sebagai manifest titik akhir dari semua kesepakatan yang telah dirumuskan, bagaimana teknologi tidak bisa dihindari,” kata Gubernur Jatim H. Soekarwo, saat memberi sambutan pada peluncuran angkutan khusus online oleh Dinas Perhubungan Jatim beberapa waktu lalu.

Dengan diresmikannya, angkutan khusus online, polemik yang muncul di masyarakat terkait persaingan, sudah berakhir.

Namun, meski demikian Pemerintah Jawa Timur tetap akan memberi perlindungan bagi usaha sejenis yang lain yang konvensional agar tidak kalah dalam persaingan, yang bisa berakibat adanya ketimpangan sosial.

“ Pemerintah harus melindungi yang kalah, tidak mungkin menyingkirkan yang kalah, harus melindungi yang kecil. Efisiensi adalah tuntutan jaman, yang tidak melakukan efisiensi harus belajar dan dibantu agar lebih efisien serta difasilitasi. Saya minta Dishub untuk membantu , pemerintahan yang baik tidak membiarkan yang kalah mati,” tandasnya.

Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi menjelaskan, sesuai dengan Peraturan, telah ditetapkan kuota untuk sewa angkutan online sebesar 4445 kendaraan.

Dari angka tersebut, yang sudah menerima ijin full untuk operasional sebanyak 113 kendaraan, dan 9 kendaraan masih dalam proses.

Sementara itu, CEO Uber John Colombo, salah satu angkutan khusus online, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberi kepastian hukum terkait jasa angkutan berbasis online.

Ia berharap, ke depan terjalin sinergi dan kerjasama yang baik.

( Sam/Jok )