SUMENEP, Petajatim.id. Meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Sumenep, Madura, Jawa Timur, selama tiga tahun terakhir ini, menjadi catatan tersendiri Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep.

Menurut data, jumlah pengidap penyakit berbahaya tersebut hingga saat ini telah mencapai 76 orang. Jumlah tersebut dimungkinkan akan bertambah, karena dikhawatirkan masih banyak penderita HIV/AIDS yang tidak terdeteksi.

Data yang berhasil dihimpun dari Dinkes Sumenep menyebutkan, pada tahun 2015 penderita HIV/AIDS mencapai 40 orang. Namun di tahun berikutnya, 2016 bertambah menjadi 50 orang. Dan tahun 2017, bertambah cukup signifikan menjadi 76 orang.

“ Jumlah tersebut bisa saja bertambah, karena masih banyak yang belum terdeteksi,” kata Kadinkes Sumenep, A. Fatoni.

Saat ini, kata Fatoni, pihaknya tengah berupaya melakukan pendataan sehingga bisa menentukan langkah-langkah khusus untuk penanganannya.

Lebih lanjut Fatoni mengatakan, bahwa pihaknya sangata berhati hati dalam melakukan pendataan terkait penderita HIV/AIDS ini di setiap lokasi pelayanan kesehatan. Meski demikian, ia menghimbau masyarakat untuk menghindari segala kegiatan yang bisa berdampak pada tertularnya HIV/AIDS.

Menurut catatan Dinkes Sumenep, dari 76 penderita, ada empat ibu hamil. Untuk mencegah dampak yang lebih luas, pihaknya gencar melakukan sosialisasi program desa siaga untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Diharapkan, melalui program tersebut, akan terdeteksi warga yang terinfeksi virus HIV.

( Rud/Jok )